Siswa Kedokteran Unhan Dikerahkan Bantu Penanganan Bencana di Aceh Tamiang

Universitas Pertahanan (Unhan) mengirimkan 25 siswa kedokteran untuk mempercepat penanganan kesehatan warga terdampak bencana di Aceh Tamiang, fokus pada pemulihan pascabanjir.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Siswa Kedokteran Unhan Dikerahkan Bantu Penanganan Bencana di Aceh Tamiang
Universitas Pertahanan (Unhan) mengirimkan 25 siswa kedokteran untuk mempercepat penanganan kesehatan warga terdampak bencana di Aceh Tamiang, fokus pada pemulihan pascabanjir. (AntaraNews)

Sebanyak 25 siswa kedokteran dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan) telah diberangkatkan ke Aceh. Mereka akan memberikan bantuan pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang. Kedatangan tim medis ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan kesehatan masyarakat setempat.

Pengiriman tenaga kesehatan kedokteran TNI ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam menangani bencana alam di Provinsi Aceh. Para siswa Unhan tersebut tiba di Bandara Malikussaleh setelah menempuh perjalanan dari Jakarta menggunakan pesawat Hercules CN A-2904 milik TNI Angkatan Udara. Penempatan mereka akan difokuskan di wilayah Aceh Tamiang yang menjadi salah satu daerah terparah.

Kolonel Inf Ali Imran, selaku Danrem 011/Lilawangsa, menyatakan bahwa kehadiran para siswa kedokteran ini sangat krusial. Mereka akan didampingi oleh Babinsa setempat dan diawasi oleh Dandenkes Rumah Sakit TNI AD Lhokseumawe. Fokus utama adalah pelayanan kesehatan bagi pengungsi dan warga terdampak di posko-posko yang telah disiapkan.

Kehadiran 25 siswa kedokteran Unhan di Aceh Tamiang menunjukkan komitmen dalam penanganan bencana. Mereka akan ditempatkan di berbagai titik posko kesehatan untuk melayani kebutuhan medis para korban. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan akses kesehatan tetap terjaga di tengah kondisi darurat.

Para siswa kedokteran ini memiliki tugas vital dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar hingga penanganan kasus-kasus darurat. Mereka akan bekerja sama dengan tenaga medis lokal dan relawan untuk mengoptimalkan jangkauan layanan. Fokus utama termasuk pemeriksaan kesehatan, pengobatan penyakit umum, dan edukasi kebersihan.

Menurut Kolonel Inf Ali Imran, "Puluhan Taruna dan Taruni Kedokteran UNHAN ini akan bertugas untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pengungsi maupun warga terdampak banjir. Nanti mereka akan ditempatkan di sejumlah titik posko yang ada di Aceh Tamiang." Keterlibatan mereka diharapkan dapat meringankan beban fasilitas kesehatan yang ada.

Dukungan dari Babinsa setempat dan pengawasan dari Dandenkes Rumah Sakit TNI AD Lhokseumawe akan memastikan kelancaran tugas. Koordinasi yang baik antarpihak menjadi kunci keberhasilan misi kemanusiaan ini. Bantuan medis ini sangat dibutuhkan oleh warga Aceh Tamiang yang sedang berjuang memulihkan diri.

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh telah memberikan dampak serius pada 18 kabupaten/kota. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak, dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Ribuan warga terpaksa mengungsi dan membutuhkan bantuan segera.

Laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (6/12) sore menunjukkan skala bencana yang meluas. Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor di tiga provinsi di Sumatera telah mencapai 914 jiwa. Data ini menyoroti urgensi bantuan yang diberikan.

Dari total korban meninggal tersebut, Provinsi Aceh mencatat angka tertinggi dengan 359 jiwa. Sementara itu, Sumatera Utara (Sumut) melaporkan 329 jiwa dan Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak 226 orang. Angka-angka ini menggarisbawahi betapa krusialnya upaya penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan.

Kehadiran siswa kedokteran Unhan di Aceh Tamiang diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi. Mereka akan membantu menangani berbagai masalah kesehatan yang muncul pascabencana, seperti penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan, dan masalah sanitasi. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah wabah penyakit.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi