Sidak di Pasar Senen & supermarket, ditemukan makanan mengandung Rhodamin B & boraks

Kamis, 31 Mei 2018 02:33 Reporter : Nur Habibie
Sidak di Pasar Senen & supermarket, ditemukan makanan mengandung Rhodamin B & boraks Sidak makanan berformalin. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta didampingi Unit IV Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Pusat melakukan sidak produk pangan di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat. Ditemukan kerupuk merah mengandung Rhodamin B, tahu putih dan kuning berformalin, dan keripik pisang mengandung boraks.

"Pacar cina positif mengandung Rhodamin B, kerupuk rambak positif mengandung boraks, tahu putih positif mengandung formalin, kerupuk tempe positif mengandung boraks dan tahu cina positif mengandung boraks," kata Roma kepada wartawan, Rabu (30/5).

Pedagang barang-barang tersebut juga diamankan. Barang bukti yang ditemukan saat sidak dibawa dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sidak juga dilakukan supermarket ternama di kawasan Plaza Gajah Mada, Gambir, Jakarta Pusat. Ditemukan daging ayam giling positif mengandung formalin.

"Kerupuk kuning positif mengandung boraks, tahu putih positif mengandung formalin dan kerupuk rambak positif mengandung boraks. Barang bukti dan karyawan Hypermart Gajah Mada Plaza dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelas dia.

Ditambahkan Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede, membenarkan sidak yang dilakukan. Tiga mobil laboratorium juga disiapkan untuk menguji kelayakan pangan yang hendak dikonsumsi masyarakat.

"Sampel komoditas peternakan aman. Sementara harga kebutuhan pokok relatif stabil," ujar Mangara.

Petugas melakukan uji 10 sampel komoditas peternakan, 10 sampel komoditas pertanian dan 24 sampel komoditas perikanan.

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Pasar Senen PD Pasar Jaya, Muhammad Yamin, mengatakan pihaknya akan memanggil para pedagang jika ada yang menjual produk dengan kandungan bahan yang berbahaya.

"Kita tidak mentolerir, kita akan hentikan pasokannya," jelas Yamin. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini