Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jasad Nur Ichsan (21), seorang mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), yang dilaporkan hilang setelah mengalami kecelakaan tunggal. Korban diduga menabrak pembatas trotoar saat berkendara dan terlempar dari Jembatan Kembar, kemudian jatuh ke dalam Sungai Jeneberang di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Penemuan ini mengakhiri pencarian intensif yang berlangsung selama 18 jam oleh berbagai elemen tim penyelamat.
Komandan Tim Koordinator Basarnas Makassar, Wawan Setiawan, mengonfirmasi penemuan jasad korban pada Sabtu malam. "Sudah ditemukan malam tadi. Korban ditemukan pertama kali setelah warga melihat jasadnya di permukaan. Maka kami langsung mengerahkan tim menggunakan perahu karet ke lokasi kejadian," ujar Wawan Setiawan. Jasad korban ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi kejadian perkara (TKP) jatuhnya dari Jembatan Kembar Gowa.
Proses evakuasi dilakukan dengan sigap setelah penemuan tersebut, di mana jasad korban diangkut menggunakan rakit bambu sebelum dipindahkan ke kantong jenazah. Selanjutnya, tim SAR Gabungan membawa korban dengan perahu karet ke pinggir Sungai Jeneberang untuk kemudian diantar menggunakan ambulans ke rumah duka di Dusun Cambaya, Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Gowa. Kondisi korban saat ditemukan masih mengenakan pakaian lengkap sesuai laporan awal.
Advertisement
Advertisement
Jasad Nur Ichsan ditemukan pada Sabtu malam setelah pencarian yang melelahkan. Penemuan ini berawal dari laporan warga yang melihat jasad mengapung di permukaan air Sungai Jeneberang. Tim SAR gabungan segera merespons laporan tersebut dengan mengerahkan perahu karet menuju lokasi yang dimaksud.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian yang sama seperti yang dilaporkan sebelum kejadian. "Saat ditemukan korban masih menggunakan pakaiannya sesuai laporan. Ditemukan sudah tidak bernyawa. Jenazahnya sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk di bawa ke rumah duka," kata Wawan Setiawan. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan penanganan jenazah yang layak.
Setelah berhasil diangkat dari sungai, jasad korban dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dipindahkan ke perahu karet. Selanjutnya, tim membawa korban ke daratan untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur ini dinyatakan ditutup setelah berhasil menemukan dan mengevakuasi korban.
Advertisement
Advertisement
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Nur Ichsan mengalami kecelakaan tunggal saat dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Kejadian nahas ini terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.21 WITA, ketika korban melaju dari arah Makassar menuju Kabupaten Gowa.
Seorang rekan korban, Asrul Yusuf, menuturkan bahwa mereka sempat bersama di daerah Tallasalapang, Kota Makassar, namun korban pulang lebih dulu. "Dia jatuh, temanku ini. Jatuh ke bawah di air (sungai). Dari Tallasapang dulu, saya sama-sama di sana. Cuman pulang duluan dia. Ditemukan sudah jatuh duluan," ucap Asrul. Informasi awal menyebutkan bahwa korban menabrak pembatas trotoar di Jembatan Kembar Gowa, yang menyebabkan ia terlempar dan jatuh ke sungai.
Saat kejadian, kondisi di sekitar jembatan masih gelap, sehingga keberadaan korban tidak langsung diketahui. Tas dan helm korban ditemukan di bawah jembatan, mengindikasikan bahwa ia terseret arus Sungai Jeneberang dan menghilang. Laporan kecelakaan ini segera ditindaklanjuti dengan pengerahan tim pencarian.
Advertisement
Advertisement
Tim Gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian Nur Ichsan terdiri dari berbagai instansi. Personel Basarnas Makassar, TNI-Polri, SAR BPBD Gowa, Pemadam Kebakaran Gowa, serta potensi SAR lainnya bersinergi dalam upaya menemukan korban. Pencarian dilakukan dengan berbagai metode, termasuk penyelaman, penyisiran beberapa titik sungai, hingga penggunaan drone untuk memantau area dari udara.
"Informasinya, korban dalam perjalanan pulang ke rumahnya dan temannya melihat korban jatuh dari motornya dari Jembatan Kembar. Dari awal diterima laporan, kami telah melakukan pencarian baik dengan penyelam, hingga menyisir beberapa titik dan pakai drone," tutur Wawan Setiawan. Proses pencarian berlangsung selama 18 jam hingga jasad korban akhirnya ditemukan.
Selama proses pencarian dan evakuasi, banyak pengendara yang berhenti untuk menyaksikan, menyebabkan kemacetan total di jalan poros yang menghubungkan Kabupaten Gowa ke Kabupaten Takalar selama beberapa jam. Setelah penemuan jenazah korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup, mengakhiri drama pencarian yang menyita perhatian publik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews