Sering Disindir, Kapolri Sigit Membungkuk Cium Tangan Megawati saat Bertemu di Rumah Jenderal Hoegeng
Terlihat Sigit yang mencium tangan Mega yang memakai batik warna biru berpadu cokelat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara syukuran HUT ke-100 Meriyati Roeslani, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, di Depok, Jawa Barat, Senin (23/6). Di saat yang bersamaan, Presiden ke-5 Megawati juga ikut hadir di acara tersebut.
Megawati hadir sambil didampingi oleh jajaran dari PDIP salah satunya ketua DPP PDIP, Puan Maharani. Dia tiba kediaman Istri Jenderal Hoegeng sekitar pukul 10.45 WIB.
Sigit yang telah tiba lebih dulu langsung menyambut kedatangan Megawati bersama beserta perwakilan keluarga yang merupakan cucu Jenderal Hoegeng, Krisnadi Ramajaya Hoegeng.
Kapolri Cium Tangan Megawati
Terlihat Sigit yang mencium tangan Mega yang memakai batik warna biru berpadu cokelat. Setelahnya, Megawati Megawati menyempatkan menyapa dan bersalaman dengan rekan-rekan Meriyati Hoegeng yang telah tiba di lokasi.
Bersama Puan, Megawati langsung bersalaman memberikan ucapan selamat ulang tahun ke-100 untuk Meriyani Hoegeng.
Megawati tampak membawa hadiah spesial untuk Meriyani Hoegeng. Adapun, kado yang dibawa Megawati yakni sebuah selimut berwarna abu-abu.
"Sebentar. Saya ada membawa hadiah," katanya.
Megawati Sering Tantang Kapolri
Megawati berulangkali mengkritik Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di berbagai kesempatan. Salah satunya saat Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terjerat kasus hukum.
Dikutip dari Antara, Megawati Soekarnoputri juga pernah berujar ke Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto agar tidak takut jika nanti dirinya ditangkap oleh aparat.
Sebab, jika nantinya Hasto ditangkap, Megawati mengaku akan mendatangi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Dia pun menuding bahwa polisi kerap mengadakan target-target terhadap sosok tertentu.
"Kok gitu takut. Kaya Pak Hasto, sampai saya nanya salah mu opo? Biarin aja deh," kata Megawati saat mengisi pidato kebangsaan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Perindo di Jakarta, Selasa (30/7).
Dia mengaku heran kepada pihak-pihak yang takut ketika berurusan dengan hukum. Pasalnya, dia memastikan bahwa kebenaran akan tetap menjadi kebenaran sehingga tidak perlu ada ketakutan.
Kejadian serupa terjadi juga saat Megawati Soekarnoputri melakukan penyerahan duplikat bendera pusaka kepada gubernur seluruh Indonesia di Balai Samudra, Jakarta, Senin (5/8) tahun lalu.
Dia mengaku bakal siap menerima konsekuensi atas kritiknya terhadap Kapolri. Bahkan jika dia harus ditangkap oleh institusi Polri.
"Tapi lama-lama saya mikir, ya sudah lah saya ngomong aja, saya pengen tahu reaksinya seperti apa, paling mau ditangkap sama polisi," katanya.
Megawati kembali menegaskan, dia tak takut jika bakal ditangkap. Bahkan, Megawati turut mengancam bakal mendatangi Kapolri secara langsung.
"Kan saya sudah bilang, nanti saya datangin deh Kapolrinya," ujarnya.