Sejoli laki-laki dan perempuan ditemukan tewas di dalam mobil yang sedang menyala di Jalan Ngagel Jaya Utara, gubeng, Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (1/4) lalu.
Polisi memastikan, kedua orang tersebut tewas akibat keracunan gas buang dari mobil yang masih menyala.
Kapolsek Gubeng, Kompol Eko Sudarmanto menyatakan, penyebab kematian dari informasi awal yang diterimanya dari dokter forensik menyatakan, kedua korban disebut mati lemas karena keracunan karbon dari AC (Air Conditioner) mobil tersebut.
"Informasi dari pihak medis, meski saya belum menerima hasil tertulisnya, informasi awal dari dokter (forensik) menyatakan kemungkinan keduanya mati lemas akibat keracunan karbon dari AC tersebut," ujarnya, Jumat (4/4).
Eko menambahkan, dari hasil penyelidikan, pihaknya tidak menemukan indikasi mencurigakan terkait dengan peristiwa itu. Dia juga membantah adanya dugaan bunuh diri yang dilakukan oleh kedua orang tersebut.
Hal itu kian dikuatkan dengan pernyataan dari masing-masing keluarga korban yang menyatakan telah menerima kematian dari mereka.
"Keluarga baik dari pihak laki-laki maupun perempuan bisa menerima (kematian korban). Karena (korban) ditemukan dalam kondisi tidak ada tanda-tanda kekerasan, barang milik korban juga ada semua, sehingga mereka bisa menerima atas apa yang terjadi pada anaknya," jelas dia.
Korban Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Mobil Sedang Menyala
Diketahui, sepasang wanita dan laki-laki ditemukan tewas dalam mobil yang menyala saat momen mudik lebaran. Pasangan tersebut ditemukan di dalam mobil dengan nomor polisi L 1163 HN pada Selasa (1/4) siang.
Saat ditemukan, mesin kendaraan dan AC masih menyala. Pada awalnya warga curiga dengan mobil yang terparkir sejak Senin (31/3) tanpa ada aktivitas di dalamnya.
Setelah diperiksa lebih lanjut, warga menemukan dua orang di dalam mobil dalam kondisi tak bernyawa.
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi mengidentifikasi korban sebagai Hari Aditya (26), warga Jalan Simo Sidomulyo, Surabaya, dan Qusnul Vitria (23), warga Jalan Kedung Baruk, Surabaya.