Seniman Yogya kecam Freeport sebagai sponsor pameran ArtJog
Merdeka.com - Pemerhati seni dan aktivis lingkungan mengecam ajang seni rupa Mandiri ArtJog 9, karena menerima sponsor dari PT Freeport Indonesia, sebuah perusahaan eksplorasi tambang di Papua. Mereka menilai panitia Artjog abai terhadap persoalan yang menimpa rakyat Papua.
PT Freeport Indonesia, menurut mereka, telah melakukan kegiatan pertambangan yang justru membuat rakyat Papua miskin. Freeport juga terlibat dalam kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dengan diculiknya masyarakat sipil Papua sejak 1967-2013.
"Kami Forum Solidaritas Yogyakarta Damai (FSYD) menyatakan kecewa karena ArtJog atas kerja sama antara PT Freeport Indonesia dengan ArtJog. Kami menilai bahwa Freeport sudah banyak melakukan pelanggaran HAM terhadap rakyat Papua," ujar salah satu anggota forum, Ade Tanesia Pandjaitan, Sabtu (11/6).
Ade menjelaskan, pihaknya juga menduga pihak panitia penyelenggara yang sejak awal kurang melakukan sosialisasi terhadap seniman peserta ArtJog, atas keterlibatan PT Freeport dalam pagelaran tersebut. Hal itu menjadi kontradiktif sebagian seniman ArtJog mempunyai sejarah karya perlawanan atas berbagai penindasan di Indonesia.
"Walau demikian, kita juga mempertanyakan sikap para seniman ArtJog atas keterlibatan Freeport dalam pagelaran ini," terangnya.
Meski demikian, menurut Ade, dalam sebuah pagelaran seni itu pihak panitia boleh dan terbuka dalam mencari pihak ketiga untuk kerja sama. Namun sebaiknya juga memperhatikan latar belakang pihak tersebut. "Bukannya tidak boleh nyari sponsor. Itu sah-sah saja. Tapi mencari sponsor itu harus kritis juga," ujar Ade.
Salah satu seniman yang ikut dalam ajang ArtJog, perupa gaek, Djoko Pekik, mengatakan hingga saat pembukaan pameran, dirinya tidak mengetahui jika PT Freeport menjadi seponsor ArtJog. Dia mengaku perihal keterlibatan Freeport justru saat media menghubunginya.
"Saya datang saat pembukaan ArtJog, tapi saya belum tahu kalau sponsornya juga dari Freeport. Saya tahu itu malah baru kemarin sore jam empat saat diwawancarai wartawan."
Dalam pagelaran ArtJog tersebut, Djoko Pekik memamerkan karya lukis berjudul "Sirkus Adu Badak". Karya berukuran 250x500 cm tersebut menggambarkan dua ekor badak bertarung di tengah arena sirkus. Badak merupakan gambaran Bangsa Indonesia yang terus menerus diadu oleh bangsa asing.
"Pendirian saya adalah menolak Freeport menjadi sponsor. Saya ucapkan go to hell crocodile pada Freeport," ujar Djoko Pekik saat dihubungi Merdeka.com, Sabtu (11/6). Go to hell crocodile yang dimaksud adalah salah satu judul karya seni yang mengkritisi eksploitasi PT Freeport atas kekayaan alam Papua.
Djoko Pekik menjelaskan bahwa dirinya tidak akan menurunkan karyanya dalam ajang tersebut. Hal itu dia anggap sebagai bentuk perlawanan.
"Saya tidak akan menurunkan lukisan, karena itu hak kami sebagai warga negara Indonesia memasang karya di ArtJog. Kalau saya menurunkan lukisan, itu artinya kita mau dipermainkan oleh Freeport," tegasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya