Seminar 'Rise and Speak' Dorong Perempuan dan Anak Pacitan Berani Bersuara Lawan Kekerasan

Pemerintah Kabupaten Pacitan menggelar seminar 'Rise and Speak' untuk mendorong perempuan dan anak Pacitan berani bersuara dan melapor kekerasan. Mengapa keberanian ini krusial?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Seminar 'Rise and Speak' Dorong Perempuan dan Anak Pacitan Berani Bersuara Lawan Kekerasan
Pemerintah Kabupaten Pacitan menggelar seminar 'Rise and Speak' untuk membangkitkan keberanian Perempuan dan Anak Pacitan agar berani melapor kekerasan. Mengapa partisipasi mereka sangat penting? (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Pacitan, bekerja sama dengan kepolisian setempat, baru-baru ini menyelenggarakan seminar bertajuk "Rise and Speak". Acara penting ini bertujuan untuk membangkitkan keberanian perempuan, anak, serta kelompok rentan lainnya agar mau melapor dan bersuara ketika menghadapi tindak kekerasan. Seminar ini digelar di Pendopo Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menjadi langkah konkret dalam upaya perlindungan.

Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul karena masih tingginya jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang tidak terungkap. Banyak korban memilih diam atau takut untuk melaporkan pengalaman buruk yang mereka alami. Oleh karena itu, seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah dukungan bagi para korban.

"Banyak kasus yang korbannya perempuan maupun anak, tetapi sedikit yang berani bersikap dan bersuara. Makanya seminar ini merupakan bentuk bantuan kami," ujar Gagarin. Tema "Rise and Speak" secara khusus dipilih untuk menginspirasi individu agar bangkit dan menyuarakan hak-hak mereka yang seharusnya dilindungi dari segala bentuk penindasan.

Fenomena korban kekerasan, khususnya perempuan dan anak, yang enggan melapor menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Pacitan. Rasa takut akan stigma sosial, ancaman dari pelaku, atau ketidakpercayaan terhadap sistem hukum seringkali menjadi penghalang. Kondisi ini menciptakan lingkaran setan di mana pelaku merasa aman dan korban terus menderita dalam diam.

Wakil Bupati Gagarin Sumrambah menegaskan bahwa tema "Rise and Speak" bukan hanya sekadar slogan, melainkan sebuah panggilan untuk bertindak. Tema ini dirancang untuk membangkitkan keberanian pada perempuan, ibu rumah tangga, pelajar, dan kelompok rentan lainnya. Mereka didorong untuk tidak ragu melaporkan perlakuan tidak layak, baik yang berasal dari lingkungan keluarga, sekitar, maupun masyarakat luas.

"Tema ini mengajak kita untuk bangkit dan bersuara. Tidak hanya dalam konteks pemberantasan korupsi, tetapi juga untuk menyuarakan isu keadilan, kesetaraan, dan keberanian memperjuangkan hak yang seharusnya dilindungi," kata Gagarin. Pernyataan ini menunjukkan bahwa seminar memiliki cakupan yang lebih luas, mencakup perjuangan hak asasi manusia secara umum.

Inisiatif ini juga merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan adil bagi seluruh warganya. Dengan adanya seminar seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelaporan kekerasan dapat meningkat. Hal ini akan membantu memutus rantai kekerasan yang seringkali tersembunyi.

Selain fokus pada pelaporan, seminar "Rise and Speak" juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam membangun ketahanan keluarga dan sosial. Perempuan dianggap memiliki posisi sentral dalam menjaga keharmonisan dan kekuatan unit terkecil masyarakat. Oleh karena itu, pemberdayaan mereka menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang lebih tangguh.

Wabup Gagarin secara khusus mendorong edukasi berkelanjutan agar perempuan tidak merasa ragu untuk berbicara. Mereka harus berani menyuarakan pendapat dan hak-haknya ketika menghadapi berbagai persoalan. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri dan pengetahuan mereka tentang jalur pelaporan yang tersedia.

Inspektur Kabupaten Pacitan, Mahmud, turut menyampaikan tujuan utama dari seminar ini. Menurutnya, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar berani mengadu kepada aparat ketika menghadapi kekerasan. Kekerasan yang dimaksud mencakup bentuk fisik, psikis, maupun spiritual yang dapat merugikan individu.

"Apabila mendapatkan perlakuan negatif, baik lahir, batin maupun spiritual, harusnya berani bersuara. Tidak boleh takut," ujar Mahmud. Pesan ini menjadi penekanan kuat bagi seluruh peserta seminar untuk tidak lagi membiarkan diri menjadi korban dalam keheningan. Keberanian bersuara adalah langkah awal menuju perlindungan dan keadilan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi