Sembilan Organisasi Profesi Nakes Soroti Keamanan Tenaga Kesehatan di Tambrauw

Insiden penyerangan yang menewaskan dua tenaga kesehatan di Tambrauw memicu sorotan serius dari sembilan organisasi profesi nakes, mendesak jaminan keamanan tenaga kesehatan Tambrauw.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sembilan Organisasi Profesi Nakes Soroti Keamanan Tenaga Kesehatan di Tambrauw
Insiden penyerangan yang menewaskan dua tenaga kesehatan di Tambrauw memicu sorotan serius dari sembilan organisasi profesi nakes, mendesak jaminan keamanan tenaga kesehatan Tambrauw. (AntaraNews)

Sembilan organisasi profesi tenaga kesehatan (nakes) se-Provinsi Papua Barat Daya menyuarakan keprihatinan mendalam. Mereka menyoroti aspek keamanan pasca insiden penyerangan yang menewaskan dua nakes di Kabupaten Tambrauw. Aksi damai ini digelar di RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong pada hari Rabu (18/3/2026).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Sorong, dr. Feliks Duwit, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua tenaga kesehatan berinisial YL dan YEB. Insiden tragis tersebut terjadi di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, pada 16 Maret 2026.

Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi komunitas nakes di Papua Barat Daya. Kondisi ini sekaligus menegaskan perlunya perlindungan konkret bagi tenaga medis, terutama mereka yang bertugas di wilayah terpencil dan memiliki tingkat risiko tinggi.

Desakan Perlindungan dan Penegakan Hukum bagi Nakes Tambrauw

Organisasi profesi nakes mengecam keras segala bentuk kekerasan dan intimidasi. Mereka menentang tindakan anarkis terhadap tenaga kesehatan yang menjalankan tugas kemanusiaan. Kejadian ini menjadi momentum penting untuk menuntut perlindungan yang lebih baik.

Selain itu, mereka meminta pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk memberikan jaminan keamanan yang konkret bagi tenaga kesehatan. Jaminan ini sangat dibutuhkan, khususnya di daerah dengan tingkat kerawanan tinggi. Tanpa jaminan tersebut, nakes akan kesulitan memberikan pelayanan optimal.

Organisasi profesi juga mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini. Mereka meminta pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pihaknya berkomitmen akan melakukan evaluasi terhadap penempatan tenaga kesehatan di wilayah konflik, termasuk kemungkinan relokasi jika situasi keamanan tidak memungkinkan.

Respons Pemerintah Provinsi dan Aparat Keamanan

Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menyampaikan duka cita atas peristiwa ini. Beliau menyebutnya sebagai tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan. Pemerintah provinsi berkomitmen menangani situasi ini dengan serius.

Pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas situasi keamanan di Kabupaten Tambrauw. Koordinasi ini bertujuan merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengatasi kerawanan tersebut. Forkopimda adalah forum koordinasi yang mempertemukan kepala daerah dengan pimpinan instansi vertikal seperti TNI, Polri, dan Kejaksaan untuk membahas urusan pemerintahan umum secara sinergis.

Aparat kepolisian melalui Polda Papua Barat Daya telah menerjunkan personel Brimob. Pasukan ini bertugas melakukan pengamanan serta pengejaran terhadap pelaku. Diharapkan pelaku segera tertangkap guna mencegah keresahan di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Tambrauw.

Dampak Insiden Terhadap Akses Layanan Kesehatan

Peristiwa penyerangan ini tidak hanya berdampak pada individu nakes yang menjadi korban. Namun juga berpotensi mengganggu sistem pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Akses masyarakat terhadap layanan medis di Papua Barat Daya bisa terhambat.

Empat orang tenaga kesehatan dilaporkan menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK). Insiden ini terjadi di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, pada Senin (16/3) sekitar pukul 11.37 WIT. Dua di antaranya meninggal dunia.

Insiden terjadi saat para nakes dalam perjalanan dari Rumah Sakit Pratama Fef menuju Kota Sorong. Mereka baru saja menyelesaikan tugas pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman. Kendaraan yang mereka tumpangi dihadang sekelompok OTK di wilayah Kampung Jokbu atau Banfot.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi