Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengukuhkan nama KRI I Gusti Ngurah Rai untuk melengkapi sejumlah kapal perang sebelumnya dalam upaya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bertempat di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa juga berlangsung kegiatan upacara Tradisi Pengukuhan Nama KRI I Gusti Ngurah Rai - 332 dan Penyematan Brevet Kehormatan Hiu Kencana, Rabu (10/1).
Kegiatan tersebut dihadiri Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, didampingi Kapolri Jenderal H Muhammad Tito Karnavian, Ph.d, Laksamana TNI Ade Supandi, beserta Jenderal TNI Mulyono, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, beserta tamu undangan dari instansi terkait.
"Kegiatan Pengukuhan Nama KRI I Gusti Ngurah Rai - 332 dibuka oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam sambutannya menyampaikan pahlawan I Gusti Ngurah Rai sangat besar perjuangan dan jasanya dalam mempertahankan kemerdekaan di pulau Bali, sehingga Bali dapat direbut kembali kepangkuan ibu pertiwi, pemberian nama KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang tergabung dalam satuan kapal Eskorta diambil dari nama-nama pahlawan Nasional, dimana I Gusti Ngurah Rai merupakan Pahlawan Nasional dari Bali," ujar Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal di Jakarta.
Iqbal mengatakan, setelah pelaksanaan upacara Pengukuhan Nama KRI I Gusti Ngurah Rai - 332 dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah bertempat di dermaga terminal internasional Benoa, Denpasar. Selanjutnya pada pukul 12.00 Wita dilanjutkan dengan kegiatan peninjauan Kapal I Gusti Ngurah Rai-332, para pejabat tinggi tersebut selanjutnya mendapatkan kesempatan berlayar dengan kapal selam KRI Nagapasa-403 yang akan melaksanakan penyelaman di kedalaman 30M di bawah permukaan laut perairan Benoa.
"Seusai melaksanakan pelayaran dan menyelam para pejabat negara yang ikut dalam pelayaran kapal selam KRI Nagapasa-403 diangkat sebagai warga kehormatan Hiu Kencana, yang ditandai dengan penyematan 'Brevet Kehormatan Hiu Kencana' di dada sebelah kanan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P penyematan tersebut dilakukan dalam suatu upacara di bawah air di dalam lambung kapal selam yang berlayar di bawah permukaan laut," jelas dia.
Setelah kegiatan upacara berakhir rombongan kembali dermaga, serangkaian kegiatan upacara Tradisi Pengukuhan Nama KRI I Gusti Ngurah Rai - 332 dan Penyematan Brevet Kehormatan Hiu Kencana, berakhir pada pukul 14.30 Wita.
Kapolri Jenderal Pol. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.d, Irwasum Polri Komjen Pol. Putut Bayu Seno, Karo Penmas Div Humas Mabes Polri Brigjen Pol. M. Iqbal didampingi Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose meninggalkan Dermaga Timur Pelabuhan Benoa pukul 15.00 Wita menuju ke Base Operation Pangkalan TNI AU Ngurah Rai untuk berangkat menuju Jakarta.
Bersama rombongan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Laksamana TNI Ade Supandi, beserta Jenderal TNI Mulyono dengan menggunakan pesawat CN A-7305 milik TNI AU Pukul 15.30 Wita meninggalkan Bandara Ngurah Rai.