Sejumlah akademisi inisiasi Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan di UNS

Jumat, 13 Juli 2018 00:29 Reporter : Arie Sunaryo
Sejumlah akademisi inisiasi Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan di UNS Akademisi inisiasi Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan di UNS. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Sejumlah akademisi menginisiasi berdirinya Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Salah satu ini inisiator, Prof Dr Hermanu Soebagio mengatakan, ide awal berdirinya pusat studi tersebut berangkat dari pemikiran bahwa perguruan tinggi harus menjadi garda depan dari semua upaya untuk mempromosikan kembali nilai kebangsaan, keadilan dan kemakmuran bagi tegaknya spirit kemanusiaan yang tertuang dalam pancasila.

Terlebih, jelas guru besar bidang pendidikan sejarah itu, UNS telah memproklamirkan diri sebagai Kampus Benteng Pancasila. Menurut Herman, beragam tantangan hadir bersama dengan momentum global untuk diadaptasi dan menghadirkan konsolidasi seluruh civitas akademika.

"Bersama stake holder, seluruh civitas akademika tidak bisa melepaskan tanggung jawab atas tantangan yang ada. Dan Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi pijakan bagi upaya untuk mengambil peran bersama. Dengan keadaan seperti ini, kami menginspirasi berdirinya Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS," ujar Herman di Solo, Kamis (12/7).

Herman yang juga didampingi sejumlah inisiator lainnya, antara lain Dr Retno Tanding Suryandari dan Akhmad Ramdhon menyampaikan, defisit pengetahuan tentang nilai Pancasila harus diantisipasi dengan beragam agenda yang mampu mengantisipasi tantangan, perubahan, orientasi dan dinamika yang ada.

"Pancasila harus hadir dan perlu dipahami kembali dalam konteks ke-Indonesiaan yang telah mengalami perubahan dalam konteks lokal, regional maupun nasional," tandasnya.

Di sisi lain, lanjut Herman, memahami perubahan secara global akan menempatkan Pancasila sebagai benteng bagi beragam tantangan yang ada. Basis sejarah nusantara yang panjang mesti dihadirkan kembali sebagai modal untuk membentuk kembali kerangka kebudayaan.

"Kami berharap Pusat Studi ini mampu menghadirkan kembali Pancasila sebagai nilai yang mendasari pengetahuan. UNS harus menjadi garda depan dari semua upaya untuk mempromosikan ulang nilai-nilai Pancasila," imbuh Retno Tanding.

Selain itu, Pusat Studi ini diharap mampu merancang model dan strategi menghadirkan kembali spirit pancasila dan kebangsaan dalam konteks universitas, kota maupun relasi lokal, nasional hingga global, memetakan beragam agenda terkait pengetahuan pancasila yang bisa dijadikan model untuk dipelajari bersama.

"Basis pengetahuan yang ada bakal menjadi modal bagi beragam bentuk agenda untuk mempromosikan kembali nilai pancasila," pungkas dia. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Pancasila
  2. Surakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini