Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebelum tewas, korban Luxio terbakar pamitan beli rokok

Sebelum tewas, korban Luxio terbakar pamitan beli rokok Ilustrasi mayat. Ilustrasi shutterstock

Merdeka.com - Cesar Aditya (23) anak kedua korban Luxio yang terbakar di Jalan Boulevard Raya mengungkapkan, sebelum kejadian korban sempat berpamitan untuk membeli sebungkus rokok. Ketika itu dia dan keluarganya tak memiliki firasat menyangkut kematian Suprapto.

"Jam 3 pagi, bapak izinnya mau beli rokok. Yah kita kasih, karena memang dia kan perokok," kata Adit saat ditemui merdeka.com di rumahnya, Jalan Gading Mas Barat 4, RT 02/11, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (18/7) .

Adit mengatakan sekitar pukul 06.00 WIB dia dan keluarganya mendapat kabar buruk dari kepolisian. Sang ayah dikabarkan tewas akibat kecelakaan, dan jenazahnya dibawa ke RSCM. "Dapat kabar dari polisi, kita langsung ke RSCM buat ngecek jenazahnya," kata Adit.

Menurut Adit, mobil Daihatsu Luxio yang dikendarai korban adalah milik perusahaan dan biasa digunakan korban sebagai kendaraan operasional.

Adit juga membenarkan, bahwa sang ayah memang memiliki riwayat penyakit asma sejak bujangan. Namun, penyakit sang ayah diakui pria yang masih sekolah di perguruan tinggi swasta itu sudah jarang kambuh lagi.

"Memang punya asma tapi sudah jarang kambuh, kalau matanya memang minus faktor umur. Perginya juga memakai kacamata kok," imbuh Adit.

Adit mengatakan, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka dan setelah itu langsung dimakamkan sekitar pukul 01.00 WIB. "Habis Zuhur tadi, kami langsung makamkan bapak di TPU Vespa," ujarnya. (mdk/mtf)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP