Dewi Lukmianti, saudara kembar dari Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi (33) bercerita sebelum korban kerusuhan Mako Brimob tewas, Selasa (8/5) malam. Dia mempunyai rencana untuk berkumpul bersama keluarga dan Denny saat ulang tahun keduanya pada Selasa (15/5) mendatang.
"Kebetulan kan tanggal 15 Mei kami berulang tahun. Jadi sekalian mau membuat acara munggahan sekalian kumpul keluarga," kata Dewi di rumah duka, Jalan Kramat 3E, nomor 46, RT 008, RW 010, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (9/5).
Kendati demikian, dalam rencana itu ternyata Denny tidak bisa menghadiri acara tersebut dengan alasan masih harus bekerja. Komunikasi terakhir antara Dewi dengan Denny itu pada Senin (7/5) lalu.
Sebelum Denny meninggal, ternyata Dewi tak mempunyai firasat kalau saudara kembarnya itu akan meninggalkan mereka selamanya. Dia menyampaikan, sekitar pukul 04.00 WIB, pihak keluarga mendapatkan informasi kalau Denny menjadi salah satu sandera dari narapidana teroris.
"Dapat kabar jam 04.00 WIB subuh, katanya kembaran saya disandera. Enggak tahunya dapat kabar jam 11.00 WIB sudah enggak ada (meninggal)," jelasnya.
Denny yang baru saja mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi Aipda Luar Biasa Anumerta, baru saja bertugas atau BKO di Mako Brimob menjadi anggota Densus 88. Pria yang sudah bertugas selama 14 tahun ini sebelumnya bertugas di Polresta Bekasi di Kesatuan Narkoba.
"Kurang lebih 3 bulan tugas di Mako Brimob karena BKO," tandasnya.