Satgas Damai Cartenz Tangkap Komandan Batalyon KKB Homi Heluka di Yahukimo, Terlibat Sembilan Insiden Kekerasan

Satgas Damai Cartenz berhasil menangkap Homi Heluka, Komandan Batalyon KKB Yamue, di Dekai, Yahukimo. Penangkapan Homi Heluka KKB Yahukimo ini mengungkap keterlibatannya dalam sembilan insiden kekerasan yang menimbulkan korban jiwa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Satgas Damai Cartenz Tangkap Komandan Batalyon KKB Homi Heluka di Yahukimo, Terlibat Sembilan Insiden Kekerasan
Satgas Damai Cartenz berhasil menangkap Homi Heluka, Komandan Batalyon KKB Yamue, di Dekai, Yahukimo. Penangkapan Homi Heluka KKB Yahukimo ini mengungkap keterlibatannya dalam sembilan insiden kekerasan yang menimbulkan korban jiwa. (AntaraNews)

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas ODC) berhasil menangkap Homi Heluka, seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Penangkapan ini dilakukan pada Jumat, 20 Februari 2026, sekitar pukul 11.00 WIT, di sekitar kantor DPRD Yahukimo. Homi Heluka dikenal sebagai Komandan Batalyon Yamue dalam struktur KKB dan terlibat banyak aksi kekerasan.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Rahmadani, mengonfirmasi penangkapan ini di Jayapura pada hari yang sama. Ia menjelaskan bahwa Homi Heluka diduga kuat terlibat dalam sembilan insiden penembakan dan penyerangan. Insiden tersebut menargetkan warga sipil maupun aparat keamanan di wilayah tersebut.

Keterlibatan Homi Heluka dalam berbagai tindakan kekerasan telah menimbulkan banyak korban jiwa dan kerugian materiil. Penangkapan ini menjadi langkah signifikan dalam upaya menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua. Satgas ODC terus berkomitmen untuk menindak tegas kelompok kriminal bersenjata.

Homi Heluka memiliki rekam jejak panjang dalam serangkaian aksi kekerasan di Kabupaten Yahukimo. Salah satu insiden paling menonjol adalah penembakan personel Brimob Satgas Preventif ODC-2022. Peristiwa ini mengakibatkan gugurnya Bripda Gilang Aji Prasetya dan melukai Briptu Fazuarsah di Kilometer 8 Logpon.

Ia juga terlibat dalam pembakaran mobil Satuan Binmas pada 28 Januari 2025 di Jalan Paradiso. Selain itu, Homi Heluka bertanggung jawab atas pembunuhan sadis di lokasi pendulangan emas pada 7 April 2025, yang menewaskan 17 orang pendulang. Insiden lain termasuk penembakan yang menewaskan anggota Kodim 1715 Yahukimo, Serka Segar Mulyana.

Keterlibatannya meluas hingga penganiayaan dan pembunuhan terhadap tukang sensor kayu di Kampung Samboga pada 16 Juni 2025. Peristiwa tersebut menyebabkan Edi Supirman terluka dan Udin meninggal dunia. Sehari setelahnya, pada 17 Juni 2025, Homi Heluka terlibat penganiayaan berat terhadap Ujang Supriyatna di Seradala.

Aksi kriminal Homi Heluka terus berlanjut dengan pencurian dan pembakaran mobil merk Panther di Perumahan Pemda Lama pada 31 Januari 2026. Ia juga terlibat dalam pembunuhan terhadap tukang bangunan Daniel Datti serta pengrusakan bangunan SMA Yapesli pada 2 Februari lalu. Terakhir, ia terlibat penembakan terhadap sopir Suwono pada 12 Februari 2026.

Dalam operasi terpisah, Satgas ODC juga berhasil menangkap Simak Kipka di lokasi yang berbeda. Simak Kipka dilaporkan terlibat dalam kasus pembakaran mobil milik Kepala Desa Yalmabi, Distrik Bomela, Kabupaten Yahukimo. Insiden pembakaran tersebut terjadi pada 18 Februari lalu di jembatan Kali Kuk.

Brigjen Pol Faizal Rahmadani menjelaskan bahwa status Simak Kipka masih dalam proses pendalaman. Pihak berwenang belum dapat memastikan apakah Simak Kipka memiliki keterlibatan langsung dengan KKB atau tidak. Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengungkap peran sebenarnya dari Simak Kipka.

Mantan Wakil Kepala Polda Papua tersebut menegaskan komitmen Satgas ODC untuk terus memberantas kelompok kriminal bersenjata di Papua. Upaya penegakan hukum ini bertujuan untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif. Penangkapan Homi Heluka KKB Yahukimo dan Simak Kipka diharapkan memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan lainnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi