Satgas Damai Cartenz Evakuasi Jenazah Tukang Ojek Korban Penembakan Diduga KKB di Puncak Jaya
Evakuasi dilakukan dari Kampung Wundu, Distrik Dokome, menuju RSUD Mulia pada Rabu (17/9).
Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Puncak Jaya mengevakuasi jenazah seorang tukang ojek bernama Misto, yang diduga menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Evakuasi dilakukan dari Kampung Wundu, Distrik Dokome, menuju RSUD Mulia pada Rabu (17/9).
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, menjelaskan proses evakuasi dimulai pukul 07.30 WIT saat tim bergerak dari RSUD Mulia.
Setiba di lokasi pukul 08.30 WIT, jenazah segera dibawa kembali ke rumah sakit dan tiba sekitar pukul 09.30 WIT.
"Dari hasil rontgen, tidak ditemukan proyektil bersarang di tubuh korban. Namun, korban mengalami luka tembak pada bagian leher belakang tembus ke rahang kanan. Almarhum Misto alias Pak De Kumis lahir di Probolinggo, 1 Juli 1980, dan berdomisili di Kampung Usir, Distrik Mulia. Ia bekerja sebagai tukang ojek," kata Faizal, Jumat (19/9).
Barang Bukti Diamankan
Dalam olah TKP, aparat menemukan sejumlah barang milik korban, antara lain motor Jupiter MX King, ponsel Vivo, uang tunai Rp1,7 juta, pakaian, helm, tas kecil berisi keris, gelang tasbih, serta rompi ojek Mulia bernomor 217.
Setelah pemeriksaan medis, jenazah disalatkan di Masjid Al-Mujahidin Mulia pada pukul 10.50 WIT, lalu diterbangkan menggunakan pesawat Alda Air menuju Sentani sebelum diberangkatkan ke kampung halamannya di Probolinggo, Jawa Timur, untuk dimakamkan.
Diduga Ulah KKB
Faizal menyebut hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan keterlibatan KKB.
“Dugaan ini juga diperkuat dengan pernyataan mereka yang beredar di media sosial, di mana TPNPB Kodap XXVIII Yambi pimpinan Tenggamati Enumbi mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Tim akan terus mendalami dan memverifikasi kebenaran klaim tersebut,” ujarnya.
Wakaops Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga, menegaskan aparat gabungan tetap siaga penuh.
“Kami pastikan keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas. Tim di lapangan akan terus bekerja untuk memberikan rasa aman bagi warga Puncak Jaya,” katanya.
Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden penembakan tersebut.