Sapi Berkepala Dua dan Tiga Telinga Gegerkan Warga Boyolali

Senin, 4 Februari 2019 13:14 Reporter : Arie Sunaryo
Sapi Berkepala Dua dan Tiga Telinga Gegerkan Warga Boyolali Sapi berkepala dua di Boyolali. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Warga Boyolali, Jawa Tengah digegerkan dengan kelahiran seekor sapi berkepala dua. Anak sapi yang lahir Sabtu (2/2) sore lalu tidak seperti lazimnya sapi kebanyakan. Selain berkepala dua, anak sapi berjenis kelamin perempuan itu hanya mempunyai tiga telinga. Sedangkan jumlah mata normal sebanyak 4 dan anggota tubuh lainnya dalam kondisi normal.

Pemilik sapi, Ngateman (55), warga Damangan RT 02 RW 03, Desa Kebonduren, Kecamatan Sambi, Boyolali mengaku terkejut dengan peristiwa langka tersebut. Namun dia tak pernah mendapatkan firasat apapun sebelum sapi yang sudah dipelihara belasan tahun itu melahirkan.

"Ini anak yang ke 8 mas. Biasanya normal anaknya, tapi ini kok kepalanya dua. Ya Alhamdulilah apapun saya terima, akan saya rawat dan saya openi sampai besar," ujar Ngateman, saat ditemui di kandang sapi bagian belakang rumahnya.

Ngateman menceritakan, saat melahirkan, pihaknya sempat kebingungan, karena prosesnya cukup lama. Setelah ada dokter hewan dan mantri yang datang, baru diketahui posisi anak sapi tersebut melintas atau sungsang. Namun setelah mendapat bantuan tenaga medis dan para tetangga sapi kecil bisa dilahirkan dengan selamat.

"Pas kelihatan kakinya, langsung kita tarik dengan tali, dan bisa keluar. Prosesnya lama, sekitar satu jam. Itu indukannya sampai dijahit enam," jelasnya.

Sapi berkepala dua di Boyolali ©2019 Merdeka.com



Ngateman mengungkapkan, semenjak lahir hingga saat ini kondisi anak sapi seberat sekitar 25 kilogram itu dalam keadaan sehat. Namun tak seperti sapi normal lainnya, sapi anakkan ini belum bisa berdiri atau berjalan. Anak sapi ini juga harus dipisahkan dari induknya agar tak terinjak-injak.

"Untuk minum masih kita beri botol, sehari 4 kali. Ini sapi jenisnya blasteran, campuran sapi lokal dan Limousin yang kita kawinkan," terangnya.

Peristiwa langka tersebut hingga kini masih terus mendapatkan perhatian warga. Tak hanya Boyolali, namun juga ratusan warga kota lainnya. Meskipun tak mempunyai firasat, Ngateman mengaku kejanggalan muncul setelah proses kelahiran sapi. Dimana indukan sapi tiba-tiba menghilang saat tengah malam.

"Tidak ada tanda-tanda atau jejak, bekas sama sekali. Pas tengah malam kok tidak ada di kandang, padahal pintunya saya tutup. Setelah kita cari ramai-ramai ternyata ada di paringan (pohon bambu)," katanya. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini