Sambut Puasa Ramadan, Ini Momen Khusyuk Salat Tarawih Pertama di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta menggelar salat tarawih perdana pada Minggu (10/3) malam.

Purnomo Edi
Oleh Purnomo Edi - Reporter
Sambut Puasa Ramadan, Ini Momen Khusyuk Salat Tarawih Pertama di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta
Sambut Puasa Ramadan, Ini Momen Khusyuk Salat Tarawih Pertama di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta (Merdeka.com)

Salat tarawih di masjid milik Keraton Yogyakarta ini dilakukan sejak Minggu (10/3) malam.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Masjid Gedhe Keraton Yogyakarta atau dikenal dengan nama Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta menggelar salat tarawih perdana pada Minggu (10/3) malam. Salat tarawih perdana ini diikuti oleh ratusan warga.

Pelaksanaan salat tarawih perdana ini mengacu pada maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadan 1445 Hijriah jatuh pada Senin 11 maret 2024. Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal sebagai dasar penentuan 1 Ramadhan.

Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman Azman Latif mengatakan salat tarawih di masjid milik Keraton Yogyakarta ini dilakukan sejak Minggu (10/3) malam.

"Jadi kami masih mempercayai dengan metode hisab, yang dalam penghitungan itu sejak sore tadi matahari sudah lebih dulu tenggelam dibandingkan dengan bulan. Sehingga, bulan betapapun kecilnya itu sudah wujud," ucap Azman di Masjid Gedhe Kauman.

"Kegiatan-kegiatan Ramadan itu juga akan kita mulai sejak malam ini, dengan salat tarawih, dilanjutkan dengan tadarus dan seterusnya," imbuh Azman.

Azman menilai perbedaan penetapan awal Ramadan antara Muhammadiyah dan pemerintah pun tidak perlu disikapi secara berlebih.

Perbedaan, kata Azman merupakan sebuah keniscayaan dan sudah sejak lama dijumpai, termasuk dalam hal penentuan tanggal hari raya Idulfitri.

"Saya kira ini adalah sesuatu yang sudah biasa. Tidak perlu kemudian dipertentangkan apalagi sampai saling mengejek. Semuanya benar," ungkap Azman.

merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Ada yang dengan hisab, ada yang dengan rukyat, semua itu ada tuntutannya. Jadi, tidak usah kita melakukan klaim saya yang paling benar, yang lain salah. Semuanya benar, Insyaallah semua dapat pahala," lanjut Azman.

Rekomendasi