Samarinda Berpotensi Tenggelam 20 Tahun Lagi

Jumat, 14 Juni 2019 22:04 Reporter : Saud Rosadi
Samarinda Berpotensi Tenggelam 20 Tahun Lagi Banjir di Samarinda. ©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Masa tanggap darurat bencana banjir di Samarinda diperpanjang sepekan lagi, hingga 21 Juni 2019. Pemerintah pusat dipastikan membantu membenahi bendung Benanga dan pengerukan daerah aliran Sungai Karang Mumus (SKM). Sebab jika tidak, kota Samarinda bisa tenggelam 20 tahun lagi.

Sekda Kota Samarinda, Sugeng Chaeruddin menuturkan, banjir ini siklus 20 tahunan. Dalam catatan merdeka.com, menilik ke belakang, banjir besar pernah melumpuhkan sebagian wilayah kota Samarinda pada 1998 akibat jebolnya bendung Benanga. Tahun 2008 dan 2009, ribuan rumah di Samarinda juga kembali terendam banjir.

Seiring waktu, begitu banyak bukaan lahan di hulu bendung Benanga. Baik untuk permukiman, perumahan, hingga aktivitas tambang batubara, yang kian memberi sesak Bendung Benanga hingga sebabkan pendangkalan.

"Banjir saat ini, siklus 20 tahunan. Karena dalam catatan BMKG, curah hujan tertinggi 70 milimeter," kata Sekda Kota Samarinda Sugeng Chaeruddin, dalam penjelasan dia di posko induk penanganan banjir Samarinda, Jumat (14/6).

Dalam paparannya, Sugeng tidak menyebutkan luasan bukaan lahan di hulu dan sekitar bendung Benanga. "Sungai hanya mampu menampung siklus 10 tahunan. Kalau tidak diubah (ditangani dan diperbaiki), kita akan tenggelam 20 tahun kedepan," ujar Sugeng.

Kajian Pemkot, terjadi penyusutan luasan Bendung Benanga. "Dari 130 hektare, sekarang tersisa 24 hektare untuk dioperasionalkan. Selebihnya, menjadi delta. Demikian juga, terjadi penyempitan sungai (karang mumus)," ungkap Sugeng.

Tim kementerian PUPR sejak Kamis (13/6) kemarin, berada di Samarinda, dan meninjau DAS SKM dan Bendung Benanga. Mereka memastikan memberikan alokasi dana untuk penanganan Bendung Benanga dan normalisasi SKM.

"Tidak kalah penting juga, akses menuju ke bandara di Jalan DI Panjaitan, yang memang terjadi persoalan drainase di waktu hujan deras. Saat ini, penanganan utama adalah kesehatan korban banjir, karena sudah mulai banyak laporan diare dan gatal-gatal," ucap Sugeng. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Banjir Samarinda
  2. Samarinda
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini