Sahroni DPR Soroti Kasus Penganiayaan Anak di Sukabumi, Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Sahroni juga menyoroti seringnya rumah dan keluarga yang kerap menjadi lokasi dan aktor utama kekerasan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sahroni DPR Soroti Kasus Penganiayaan Anak di Sukabumi, Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Sahroni DPR Soroti Kasus Penganiayaan Anak di Sukabumi, Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka (Merdeka.com)

NS (12), bocah asal Desa Bojongsari, Jampangkulon, Sukabumi, meninggal dunia dengan luka bakar serius dan diduga menjadi korban penganiayaan ibu tirinya, termasuk dugaan dipaksa meminum air panas.

Ayah korban mengaku tidak berada di rumah saat kejadian. Kapolres Sukabumi AKBP Samian, Minggu (22/2), menyatakan kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan.

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengaku sedih dan miris melihat kasus tersebut. Dia meminta polisi segera bertindak tegas.

"Saya sangat-sangat meminta pihak kepolisian untuk lebih serius dan segera menetapkan tersangka dalam kasus ini,” ujar Sahroni dalam keterangannya hari ini (23/2).

Polisi Diminta Tindak Tegas

Sahroni mengatakan, kasus dugaan penganiayaan itu sangat melukai hati dan nurani seluruh rakyat Indonesia. Dia mengaku sampai menangis saat menonton videonya.

"Saya rasa ini juga bukan sesuatu yang rumit atau kasus terencana yang susah dipecahkan. Kasus ini terjadi di tengah masyarakat, pasti banyak saksi dan bukti yang ada. Tinggal keseriusan polisi saja yang menentukan," ujar Sahroni.

Sahroni juga menyoroti seringnya rumah dan keluarga yang kerap menjadi lokasi dan aktor utama kekerasan.

“Dan yang paling miris, rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak justru menjadi lokasi kekerasan. Saya minta Polri memperketat pengawasan dan memaksimalkan hotline 110 agar responsif dalam hitungan menit. Masyarakat, RT, RW, dan lingkungan juga harus peka dan segera melapor jika ada tanda-tanda kekerasan. Jangan tunggu sampai terlambat,” tutup Sahroni.

Rekomendasi