Kronologi Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf Gara-Gara Kue

Hingga berita ini ditulis, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong belum memberikan tanggapan atas dugaan penganiayaan tersebut.

Fauzan
Oleh Fauzan - Reporter
Kronologi Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf Gara-Gara Kue
Ketua DPRD Bone Diduga Lempari Staf dengan Kue hingga Botol Sambal, Korban Ungkap Kronologi

Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong diduga menganiaya staf Bagian Umum DPRD Bone, Yuli Novitasari (29). Yuli mengaku mendapat perlakuan kasar berupa pelemparan kue, penyiraman air mineral, hingga dilempari botol sambal saat berada di kantin kantor pada Rabu (22/7/2026).

Yuli mengatakan, kejadian tersebut berawal saat dirinya mendapat tugas menyiapkan hidangan kue untuk tamu Ketua DPRD Bone. Setelah mengambil kue, ia kemudian menaruhnya di ruang lounge sesuai arahan.

"Awalnya diminta siapkan kue untuk dua tamu. Saya ambilkan kue lalu saya siapkan di lounge. Sudah ada satu tamu, kemudian saya ditelepon lagi dan diberi tahu kalau ada satu tamu lagi," kata Yuli sambil menangis, Rabu (22/7/2026).

Dia menjelaskan, saat itu dirinya memastikan ketersediaan kue karena sebelumnya sudah membaginya menjadi dua porsi. Namun, dia kemudian mendapat kabar bahwa kue yang disiapkan untuk tamu telah dipindahkan ke kantin.

"Mereka bilang kuenya dibawa ke kantin. Saya jawab baik, lalu saya pikir mungkin masih ada di lounge. Saya ke lounge bersama Kak Ana dan bertanya kepada petugas di sana soal kue yang sebelumnya saya siapkan untuk dua tamu," ujarnya.

Setelah mengecek keberadaan kue di ruang lounge, Yuli kembali ke ruangannya. Tidak lama kemudian, dia diminta menemui Ketua DPRD Bone yang berada di kantin.

Yuli mengaku, saat tiba di lokasi tersebut, dirinya justru mendapat perlakuan kasar. Ia menyebut kue yang berada dalam wadah bosara dilemparkan ke arahnya, kemudian disiram air mineral dan kembali dilempari botol sambal.

"Sampai di kantin, satu bosara berisi kue langsung dilempar ke muka saya. Setelah itu saya disiram satu botol air mineral, lalu botol airnya juga dilempar ke muka saya. Setelah itu saya dilempari lagi botol lombok," tuturnya

Menurut Yuli, dirinya tidak sempat memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut karena Ketua DPRD Bone langsung memarahinya. Ia mengaku dituding melarang orang lain memakan kue yang telah disiapkan.

Yuli membantah tudingan tersebut. Dia menegaskan tidak pernah melarang siapa pun mengambil atau memakan kue, dan hanya menjalankan tugas menyiapkan konsumsi sesuai arahan.

"Saya tidak pernah bicara satu kata. Saya dibilang melarang orang makan kue. Padahal saya tidak pernah bilang begitu. Beliau juga berkata, 'Siapa yang bayar itu kue, kamu?'" ucapnya.

Sekwan Dalami Kronologi

Terpisah, Sekretaris DPRD Bone Andi Muchlis membenarkan telah terjadi insiden yang melibatkan Ketua DPRD Bone dan salah seorang staf Bagian Umum. Namun, dia mengaku masih mengumpulkan informasi dari berbagai pihak untuk mengetahui kronologi secara utuh.

"Iya, tapi saya masih cari tahu detail seperti apa," kata Muchlis kepada Liputan6.com.

Muchlis mengatakan, setelah seluruh informasi terkumpul, pihak sekretariat akan menentukan langkah penyelesaian, termasuk membuka peluang mediasi antara kedua belah pihak.

"Iya mungkin nanti akan begitu (dimediasi). Tapi yang pasti sekarang saya kumpulkan informasi dulu supaya kronologinya akurat dan tidak ada informasi yang keliru," tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong belum memberikan tanggapan atas dugaan penganiayaan tersebut. Liputan6.com telah menghubungi yang bersangkutan melalui pesan singkat dan panggilan telepon untuk meminta konfirmasi, namun belum mendapatkan respons.

 

Rekomendasi