Sahroni Dapat Info Kasus Narkoba 100 Kg Tak Diungkap ke Publik, Ini Kata Polisi

Sahroni mendapat laporan kasus narkoba tidak diekspose ke media padahal tergolong besar.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Sahroni Dapat Info Kasus Narkoba 100 Kg Tak Diungkap ke Publik, Ini Kata Polisi
Sahroni Dapat Info Kasus Narkoba 100 Kg Tak Diungkap ke Publik, Ini Kata Polisi (Merdeka.com)

Sahroni menduga ada permainan di balik tidak tereksposenya kasus narkoba 100 kg.

Wakil Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menyentil aparat kepolisian usai mendapat laporan pengungkapan kasus narkoba 100 kg di Jawa Timur tidak diekspose ke media. Padahal, kasus tersebut tergolong besar. 


Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Kombes Mukti Juharsa menjawab sindiran Sahroni. Dia menjelaskan, pengungkapan kasus narkoba di Jawa Timur ditangani Badan Narkotika Nasional. Informasi itu disampaikan Ditresnarkoba Jawa Timur. 

'Pengiriman sabu-sabu seberat 100 kg digagalkan di Nganjuk, Jatim. Barang haram tersebut dikirim dengan truk kontainer,' kata Mukti saat dikonfirmasi, Rabu (23/8). 

 'Infonya dari Dir Resnarkoba Jatim yang melakukan penangkapan dari BNN,' tambah dia.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pengungkapan itu bermula saat sebuah truk bermuatan mebel dicurigai membawa narkoba jenis sabu-sabu. Ketika penyergapan, petugas mengamankan 100 kg barang haram itu dalam bungkusan plastik. Sabu-sabu itu pun disembunyikan di dalam laci mebel yang diangkut truk.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Diberitakan sebelumnya, Ahmad Sahroni mengaku mendengar ada penangkapan narkoba di Jawa Timur. Jumlahnya pun bukan main-main.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dia mengaku mendengar narkoba jenis sabu-sabu yang berhasil ditangkap sebanyak 100 kg. Namun, dia mengaku heran mengapa hingga kini tak ada pemberitaan soal penangkapan sabu-sabu 100 kg itu.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sahroni pun bertanya-tanya. Bahkan dia sampai mencolek Presiden Jokowi, Beacukai, Kejaksaan Agung, hingga Kapolri di postingan Instagramnya.

Tak cuma itu, dia juga mendengar sekarang keluar masuk kontainer dihambat. Dia pun mempertanyakan informasi yang didengarnya tersebut kepada pihak-pihak yang ditagnya di status Instagramnya.

'Saya dengar ada penangkapan sabu-sabu 100 kg di Jawa Timur tapi kok ga ada beritanya yah?? @JOKOWI @BEACUKAIRI @KEJAKSAAN.RI @LISTYOSIGITPRABOWO. Sekarang saya dengar malah keluar masuk kontainer dihambat. Apa benar demikian kah??,'

tulis unggahan di akun Instagram pribadinya @ahmadsahroni88, Rabu (23/8).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sahroni juga menulis jika informasi yang diperolehnya itu benar dan tidak dibuka secara transparan, maka patut diduga ada permainan.

Dia pun meminta Presiden Jokowi, Kapolri hingga Menko Polhukam Mahfud MD memberi perhatian khusus atas kabar tersebut. 


'Ini berita kalau sampai benar tapi enggak terbuka secara transparan sih diduga benar-benar ada permainan nih, @listryosigitprabowo pak kapplri mohon perhatian khusus tentang ini pak,' tulis Sahroni. 

 '@jokowi pak presiden Dwiling time di Jawa Timur terhambat Pak presiden,' tambah dia. 

 '@mohmahfudmd pak menko Izin ini ada dugaaan permainan penangkapan narkoba yang enggak terekapose di jawa timur, mohon perhatian bapak Menko...,' sambungnya.
Rekomendasi