Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rizal Ramli sebut Boediono pernah akan 'merampok' bank

Rizal Ramli sebut Boediono pernah akan 'merampok' bank Rizal Ramli dipanggil KPK. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Mantan Menteri Ekonomi Rizal Ramli mengungkap cerita di balik percobaan perampokan bank yang dilakukan oleh Wakil Presiden Boediono. Menurut Rizal, awalnya Boediono ingin merampok Bank Indover namun gagal.

Rizal bercerita, pada saat menjabat sebagai gubernur Bank Indonesia tahun 2008, Boediono pernah meminta izin kepada DPR dan KPK untuk melakukan bailout terhadap Bank Indover. Menurut dia, Boediono telah mempresentasikan kepada DPR soal dampak ekonomi jika Bank Indover tak disuntik Rp 5 triliun saat itu.

"Indover tidak di suntik Rp 5 triliun, kepercayaan investor rontok, arus modal asing berkurang, gonjang ganjing tukar rupiah. Itu yang diungkapkan Boediono (ke DPR)," kata Rizal saat menghadiri sebuah diskusi di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (29/11).

Dia mengungkapkan, setelah dari DPR, kemudian Boediono menemui Ketua KPK saat itu Antasari Azhar. Namun sayang, Antasari tak mengizinkan, malah berjanji akan menangkap Boediono jika BI benar-benar mem-bailout Indover.

"Kemudian datang menemui Antasari, minta izin agar diperkenankan mem-bailout Bank Indover Rp 5 triliun. Dia lupa kalau Antasari mantan asisten Jaksa Agung Marzuki Darusman, waktu itu Indover bermasalah, dan Marzuki pergi ke Belanda untuk cek, aspek kriminal. Kalau kolaps bisa berdampak enggak ke Indonesia," kata dia.

Masih menurut cerita Rizal, kala itu gubernur bank Belanda menyatakan jika Indover ternyata sudah ditangani oleh pemerintah Belanda. Sehingga tidak akan berdampak pada Indonesia kalau pun bank tersebut collapse.

"Gubernur Central Bank Belanda bilang enggak ada apa-apanya karena ini sudah dijamin," tegas dia.

Karena itu, dia menyatakan jika ide mem-bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun hanya bohong belaka. Sebab Boediono kala itu gagal merampok Bank Indover.

"Ide bailout Century itu bohong, ia (Antasari) mengancam jika pak Boediono suntik Rp 5 triliun saya akan langsung tangkap. Batal gunakan Bank Indover. Dua minggu kemudian ada ide nambal bank bocor lagi, Bank Century. Akhirnya disuntik Rp 6,7 triliun," papar dia.

Dia pun menduga jika bailout Century ini untuk dana kampanye di 2009. Menurut dia, sumber dana politik itu salah satunya dari perampokan bank.

"Uang, dana politik itu dihasilkan dari impor pangan, impor beras, impor kedelai, Migas, distribusi perizinan dan ketiga dari perampokan bank," pungkasnya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP