Rieke 'Oneng' Kecam Dugaan Serangan Israel, Desak PBB Usut Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Dalam pernyataannya, Rieke menyoroti adanya dugaan keterlibatan Israel dalam serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian.

Endang Saputra
Oleh Endang Saputra - Reporter
Rieke 'Oneng' Kecam Dugaan Serangan Israel, Desak PBB Usut Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon
Rieke 'Oneng' Kecam Dugaan Serangan Israel, Desak PBB Usut Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon (Merdeka.com)

Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, mengecam keras dugaan serangan terhadap pasukan perdamaian di Lebanon yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI. Ia menilai insiden tersebut sebagai indikasi kuat pelanggaran hukum humaniter internasional.

Dalam pernyataannya, Rieke menyoroti adanya dugaan keterlibatan Israel dalam serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian.

Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan ketentuan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 yang mengatur penghentian permusuhan di wilayah Lebanon.

Rieke menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi. Ia pun mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap fakta di balik insiden tersebut.

"Ini harus diusut tuntas. Ada indikasi kuat pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional," ujar Rieke, seperti dikutip dari akun instagram riekediahp, Selasa (31/3).

Selain itu, ia juga memberikan rekomendasi kepada pemerintah Indonesia untuk mengevaluasi rencana pengiriman pasukan TNI ke wilayah konflik, termasuk ke Gaza. Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi momentum untuk meninjau kembali kebijakan tersebut demi keselamatan prajurit.

Rieke turut menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia dalam mengambil langkah strategis terkait kebijakan luar negeri dan penugasan pasukan perdamaian.

Sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menyampaikan rasa berduka mendalam atas gugurnya dua orang Prajurit TNI serta dua orang Prajurit TNI korban luka. Mereka menjadi korban di daerah penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Senin, 30 Maret 2026 di Lebanon Selatan.

Insiden fatal tersebut terjadi lagi dalam 24 jam terakhir dari insiden sebelumnya, dimana Prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/ UNIFIL, Praka Farizal Rhomadhon juga gugur dalam menjalankan tugasnya.

"Berdasarkan laporan dari daerah Penugasan insiden tersebut terjadi pada saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah dalam keterangannya, Selasa (31/3).

Aulia menjelaskan, insiden itu terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, dimana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Kemudian, untuk dua orang lainnya yang mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto. Keduanya sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon.

"TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL," ujarnya.

Rekomendasi