Ridwan Kamil Klaim Keterisian Rumah Sakit Pasien Covid-19 di Jabar Menurun

Senin, 18 Januari 2021 18:53 Reporter : Aksara Bebey
Ridwan Kamil Klaim Keterisian Rumah Sakit Pasien Covid-19 di Jabar Menurun Ridwan Kamil. Humas Provinsi Jawa Barat ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Enam daerah di Jawa Barat masih berstatus zona merah Covid-19 berdasarkan evaluasi penanganan pandemi. Selain itu, pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan penilaian daerah yang kurang disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, enam daerah tersebut adalah Kabupaten Karawang dan Kota Depok yang tetap menyandang kategori ini selama enam minggu berturut-turut.

Sisanya, Kabupaten Ciamis dan Kota Bekasi seperti pekan lalu. Sedangkan zona merah baru disandang oleh Kabupaten Bandung serta Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggantikan posisi Kabupaten Garut dan Kabupaten Bekasi

“Ada enam daerah zona merah yang masih kita prihatin adalah Kabupaten Karawang masih zona merah,” katanya usai rapat penanganan Covid-19 di Markas Kodam III Siliwangi, Senin (18/1).

Meski begitu, ia mengklaim tingkat keterisian rumah sakit perawatan pasien Covid-19 di Jabar menurun setelah kehadiran fasilitas yang dimanfaatkan untuk tempat isolasi di Jawa Barat. Salah satunya adalah asrama di Secapa TNI AD maupun Rumah Sakit Lapang di Kota Bogor.

Saat ini jumlah pasien yang dirawat di Secapa AD sudah mencapai 34 orang. Sedangkan jumlah tempat tidur di Secapa AD mencapai 180.

Lalu, Rumah Sakit (RS) lapangan di Jl. Pemuda No. 4, Tanah Sareal, Kota Bogor, ini ditujukan bagi tiga kriteria pasien terkonfirmasi positif Covid-19 lewat PCR: Pasien yang tidak memiliki fasilitas isolasi mandiri; Pasien tanpa gejala dengan komorbid/penyakit penyerta, dan Pasien dengan gejala ringan-sedang.

Di sana terdapat 64 tempat tidur, 8 di antaranya berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Selain itu, terdapat unit layanan lainnya di RS Lapangan Covid-19 Kota Bogor, antara lain laboratorium, fisioterapi, radiologi mobile, pelayanan gizi, hingga farmasi.

“(Secara total) maka tingkat keterisian ruang isolasi kita (di Jawa Barat) bisa turun lebih dari 5 persen, yang tadinya 77,8 persen, sekarang 72 persen. Mudah-mudahan seterusnya Bisa berkurang," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyebut punya metode untuk menghitung kedisiplinan warga dalam menjalankan protokol kesehatan, khususnya jaga jarak dan pemakaian masker.

Daerah yang paling patuh masyarakatnya memakai masker dan menjaga jarak adalah Kota Bekasi. Sedangkan yang paling tidak patuh memakai masker Kabupaten Tasikmalaya. Kota Depok masuk kategori yang paling tidak patuh menjaga jarak.

"Kepada yang tidak patuh saya titip kepada walikota dan bupati untuk terus edukasi masyarakat. Karena tingkat kepatuhan di Jawa Barat itu antara 60 sampai 70 persen dari rata-rata sebelum PPKM 50-an persen. Sekarang naik memakai maskernya ke 76 persen dan menjaga jaraknya di 60-an persen," katanya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini