Revitalisasi JPO Sarinah: Transjakarta Prioritaskan Aksesibilitas Ramah Disabilitas

Transjakarta memprioritaskan revitalisasi JPO Sarinah untuk menghadirkan aksesibilitas ramah disabilitas, lansia, dan ibu hamil di kawasan padat Jakarta Pusat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Revitalisasi JPO Sarinah: Transjakarta Prioritaskan Aksesibilitas Ramah Disabilitas
Transjakarta memprioritaskan revitalisasi JPO Sarinah untuk menghadirkan aksesibilitas ramah disabilitas, lansia, dan ibu hamil di kawasan padat Jakarta Pusat. (AntaraNews)

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memprioritaskan revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah agar ramah disabilitas sebagai pilihan aksesibilitas di kawasan padat Jakarta Pusat. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menyediakan fasilitas publik yang inklusif bagi seluruh warganya.

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan bahwa revitalisasi JPO Sarinah adalah wujud nyata Pemprov DKI untuk menghadirkan pilihan aksesibilitas yang inklusif. Fokus utama Transjakarta adalah memastikan kelompok disabilitas, lansia, dan ibu hamil memiliki fasilitas yang aman serta nyaman untuk menyeberang di kawasan tersebut melalui penyediaan lift.

Welfizon Yuza juga menegaskan bahwa pembangunan ini tidak akan menghilangkan fasilitas yang sudah ada, termasuk penyeberangan pejalan kaki yang dikontrol lampu lalu lintas atau dikenal sebagai pelican crossing. Dengan demikian, JPO Sarinah akan berfungsi sebagai opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik, sekaligus mengembalikan nilai sejarahnya sebagai JPO pertama di Indonesia.

Komitmen Aksesibilitas Inklusif di JPO Sarinah

Prioritas Transjakarta untuk JPO Sarinah yang ramah disabilitas mencerminkan komitmen kuat Pemprov DKI Jakarta terhadap inklusivitas. Fasilitas ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mobilitas kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil. Tujuannya adalah memastikan setiap warga dapat mengakses fasilitas publik dengan aman dan nyaman tanpa hambatan.

Penyediaan lift menjadi elemen kunci dalam revitalisasi JPO Sarinah untuk meningkatkan aksesibilitas. Keberadaan lift ini akan memudahkan pengguna kursi roda, orang tua dengan alat bantu jalan, dan ibu hamil yang membawa kereta bayi untuk menyeberang jalan. Ini adalah langkah konkret dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang lebih ramah bagi semua kalangan.

JPO Sarinah yang baru direvitalisasi akan menjadi opsi tambahan yang terintegrasi dengan sistem transportasi publik Jakarta. Hal ini akan mendukung pergerakan masyarakat di kawasan padat, terutama bagi mereka yang membutuhkan fasilitas khusus. JPO ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan pejalan kaki di sekitar area Sarinah.

Mengembalikan Fungsi dan Nilai Sejarah JPO Sarinah

JPO Sarinah memiliki sejarah panjang sebagai jembatan penyeberangan orang pertama di Jakarta. Namun, pada tahun 2022, JPO ini sempat dibongkar dan ditutup pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pembongkaran tersebut dilakukan dengan alasan penataan kota dan estetika, agar pandangan ke arah Patung Selamat Datang serta gedung-gedung bersejarah di kawasan itu tidak terhalang.

Sebagai pengganti JPO, Pemprov DKI saat itu menerapkan pelican crossing, yang dinilai lebih ramah bagi difabel, lansia, dan ibu hamil. Pelican crossing ini memungkinkan pejalan kaki menyeberang di permukaan jalan dengan bantuan lampu lalu lintas. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan alternatif penyeberangan yang lebih mudah diakses.

Kini, Pemprov DKI Jakarta kembali mengkaji keberadaan JPO Sarinah dan memutuskan untuk membangunnya kembali, dengan mempertimbangkan keselamatan dan kebutuhan semua pengguna jalan. Meskipun JPO akan dibangun, pelican crossing akan tetap beroperasi normal bagi pejalan kaki di permukaan jalan. Ini menunjukkan pendekatan komprehensif untuk memastikan berbagai pilihan penyeberangan tersedia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi