Respons Istana Terkait Desakan Presiden Jokowi Kunjungi Papua

Senin, 2 September 2019 23:14 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Respons Istana Terkait Desakan Presiden Jokowi Kunjungi Papua Jokowi. ©Liputan6.com/Lizsa Egeham

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi didesak mengunjungi Papua. Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyebut bahwa bekerja terkait kondisi Papua melihat sesuai tingkatan jabatan yang ada.

"Bekerja itu ada hierarkinya, gitu lho. Jadi makanya di militer itu ada komandan batalion, komandan brigade, panglima ada KSAD. Jadi kalau situasi itu, harus, nanti kalau presiden langsung ke sana pekerjaan yang di bawah gimana," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/9).

Moeldoko memastikan kepala negara dan jajarannya terus bekerja mengatasi permasalahan di Papua. Dia mengatakan pemerintah saat ini bekerja mulai level jajaran aparat hingga masing-masing pejabat daerah untuk mencari solusi masalah Papua.

"Jadi komando ini harus dibangun jadi semua agar berpikir keras untuk mengatasi level jabatan masing-masing. Itu begitu," tuturnya.

Di sisi lain, Moeldoko menyesalkan adanya kabar bohong terkait peristiwa di Papua. Dia mengatakan, berita pihak asing mengenai tewasnya warga sipil akibat ditembak peluru tidaklah benar.

"Sekarang ini situasinya diperburuk oleh berita-berita hoaks, berita-berita yang nggak bener dan seterusnya. Seperti kemarin, enam orang tertembak, enam orang sipil tertembak oleh diberondong bukan tertembak, diberondong oleh polisi TNI. Itu ya di New York Times ngomong gitu, terus Reuters ngomong gitu, nggak bener itu," ujarnya.

Mantan Panglima TNI itu pun belum bisa memastikan kebenaran ada enam warga yang tewas. Tapi, dia menyebut kondisi bumi cendrawasih mulai kondusif.

"Berangsur-angsur mulai membaik," pungkas Moeldoko. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini