Rekayasa Lalu Lintas MRT Fase 2 di Thamrin Entrance 4 Berlaku hingga Oktober 2026
Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan penyesuaian jadwal pengecoran agar tidak mengganggu pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB).
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah melakukan rekayasa lalu lintas terkait dengan pekerjaan MRT Fase 2 Segmen CP-205, khususnya pengecoran di Thamrin Entrance 4 yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Rekayasa lalu lintas ini sudah diterapkan dan akan berlangsung hingga bulan Oktober 2026.
Pelaksanaan rekayasa lalu lintas ini dilakukan setiap hari dari pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran dan keselamatan selama proses konstruksi berlangsung, terutama pada malam hingga dini hari.
“Pekerjaan pengecoran ini membutuhkan pengaturan lalu lintas karena adanya aktivitas keluar-masuk truk mixer di sekitar lokasi pekerjaan,” ungkap Syafrin dalam keterangannya pada Selasa (27/1/2026). Proses pengecoran trackwork dilakukan melalui Entrance 4 MRT Fase 2 CP-201 yang berlokasi di Jalan MH Thamrin, tepatnya di depan Hotel Sari Pacific.
“Sementara itu, area tunggu dan antrean truk mixer telah disediakan di kawasan Thamrin 10, sehingga tidak ada kendaraan yang diperbolehkan parkir di badan jalan untuk mencegah gangguan arus lalu lintas,” tambahnya.
Menyesuaikan Jadwal Pengecoran
Dishub DKI Jakarta telah menyesuaikan jadwal pekerjaan pengecoran untuk memastikan bahwa pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) tidak terganggu. Hal ini berlaku di ruas Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman, yang merupakan lokasi utama acara tersebut.
"Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan selama melintas di sekitar lokasi pekerjaan," kata dia. Dengan penyesuaian tersebut, diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi dalam kegiatan HBKB dengan nyaman dan aman.
Selain itu, Dishub juga berkomitmen untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama proses pengecoran berlangsung. Langkah-langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak negatif terhadap masyarakat yang beraktivitas di sekitar area tersebut.