Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kembali menjadi sorotan netizen di media sosial usai sejumlah prajurit Kopassus foto bareng Rosario de Marshall alias Hercules, pimpinan ormas tersebut. Kontroversi foto bareng sejumlah prajurit bareng Hercules itu membuat Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD Mayjen TNI Djon Afriandi turun tangan.
Jenderal TNI berdarah Kopassus itu menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan mendisiplinkan anak buahnya. Menurut dia, anak buahnya saat itu tidak memikirkan dampak negatif dari foto-foto tersebut.
"Mungkin pada saat itu, momen itu, tidak terpikir oleh mereka sehingga terjadilah foto bersama saudara Hercules," kata Mayjen TNI Djon usai membuka acara Hari Gembira dengan 4.000 anak-anak di Markas Kopassus Cijantung, Jakarta, Sabtu (26/4).
Sebelum mendirikan Grib Jaya, Hercules sendiri dikenal malang melintang sebagai pendiri sebuah kelompok di kawasan Tanah Abang pada tahun 1990-an. Lantas bagaimana perjalanan ormas Grib Jaya tersebut sejak didirikan Hercules? simak ulasannya dalam rangkuman merdeka.com dikutip pelbagai sumber, Senin (28/4):
Advertisement
Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya merupakan sebuah organisasi yang didirikan pada tahun 2011 oleh Rosario de Marshal, lebih dikenal dengan nama Hercules.
Hercules, seorang mantan preman dan broker politik asal Timor Timur, memiliki pengaruh yang kuat di Tanah Abang, Jakarta.
GRIB Jaya dibentuk dengan tujuan untuk memobilisasi jaringannya yang luas, termasuk preman, tokoh lokal berpengaruh, kelompok main hakim sendiri, dan mantan milisi, untuk mendapatkan dukungan politik tingkat akar rumput, terutama bagi Prabowo Subianto.
Sejak awal berdirinya, GRIB Jaya secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden 2014. Dukungan ini berlanjut hingga pemilihan presiden 2024, yang akhirnya dimenangkan oleh Prabowo.
Salah satu insiden yang melibatkan GRIB Jaya adalah bentrokan yang terjadi dengan Pemuda Pancasila di Blora, Jawa Tengah pada Januari 2025.
Bentrokan ini dipicu oleh perbedaan pendapat mengenai legalitas keberadaan GRIB Jaya di daerah tersebut. Insiden tersebut berujung pada deklarasi damai yang difasilitasi oleh pihak kepolisian.
Tak hanya bentrokan, tindakan anarkis yang terjadi di Harjamukti, Cimangis di mana mobil polisi dirusak dan dibakar oleh sekelompok orang melibatkan anggota GRIB Jaya.
Polisi telah menetapkan enam tersangka kasus perusakan dan pembakaran mobil polisi ini. Salah salah satunya adalah TS yang merupakan mantan Ketua Ranting Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Harjamukti.
Sekretaris GRIB Jaya Depok, Mardi membenarkan bahwa TS adalah anggotanya. Namun saat ini TS sudah diberhentikan dari kepengurusan GRIB.
"Bahkan Ketua DPC GRIB Jaya Depok, Bang Azis sudah menginstruksikan pihak PAC untuk membekukan pengurus ranting di Harjamukti. Jadi sudah pasti (dipecat) karena sudah melanggar aturan organisasi," kata Mardi, Selasa (22/4).
Ditegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir aksi anarkis tersebut. GRIB mendukung penuh langkah-langkah hukum yang dilakukan polisi terhadap para pelaku tindak pidana.
"Kalau bicara langkah yang pertama bahwa GRIB Depok tidak akan memberikan bantuan hukum, karena perbuatannya sudah melanggar AD ART GRIB itu sendiri. Dan ini (bakar mobil polisi) perbuatan yang kurang bagus, apalagi yang dibakar ini kan kendaraan operasional negara, dalam hal ini kepolisian, kita anggap ini (TS) oknum," ujarnya.
Selain itu dikatakan bahwa saat ini kepengurusan GRIB Jaya Depok sedang dalam masa transisi.
"Artinya gini, saya dengan Bang Azis selaku ketua dan saya sekretaris DPC Kota Depok ini, mereka (TS dan kawan-kawan) sudah duluan ada, sudah terbentuk lebih awal karena kepemimpinan saya dengan Bang Azis ini masa transisi. Jadi mereka sudah duluan masuk Grib sebelum saya dengan Bang Azis," bebernya.
Advertisement
GRIB Jaya telah menjadi salah satu organisasi yang cukup berpengaruh dalam politik lokal, terutama di Jakarta. Dengan dukungan yang kuat dari jaringannya, Hercules berhasil menggalang massa untuk mendukung calon-calon tertentu dalam pemilihan umum.
Seiring dengan berjalannya waktu, GRIB Jaya semakin aktif dalam berbagai aktivitas sosial dan politik. Mereka menggelar acara-acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi politik. Namun, di balik itu semua, organisasi ini juga menghadapi tantangan besar, terutama terkait dengan citra dan reputasinya di mata publik.
Aktivitas GRIB Jaya di media sosial, khususnya Instagram, juga menjadi salah satu cara untuk menjangkau generasi muda. Mereka memanfaatkan platform ini untuk menyebarkan informasi dan membangun citra positif di kalangan pengikutnya.