Helikopter Jatuh Saat Misi Karhutla, 1 Prajurit Masih Dalam Pencarian

2 Prajurit gugur mendapat kenaikan pangkat luar biasa (Anumerta).

Alya Putri Agustina
Oleh Alya Putri Agustina- Reporter
Helikopter Jatuh Saat Misi Karhutla, 1 Prajurit Masih Dalam Pencarian
Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah dan Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dua prajurit Pusat Penerbangan TNI AD (Puspenerbad) yang gugur dalam kecelakaan helikopter. (Liputan6.com/ Dok Ist)

Helikoper TNI AD jatuh saat menjalankan operasi waterbombing di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026). Helikopter MI-17V5 bernomor registrasi HA-52 yang tergabung dalam Satgas Udara Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan itu mengalami kecelakaan saat bertugas. Dua prajurit gugur dan satu personel masih dalam pencarian.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan duka cita atas musibah yang menimpa armada udara penanggulangan karhutla tersebut. Pernyataan disampaikan melalui siaran pers di kanal YouTube BNPB pada Kamis (5/11/2026).

"Kami mendapatkan berita terkait kecelakaan salah satu armada Satgas Udara penanggulangan Karhutla milik rekan kita TNI, yaitu helikopter MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-52 yang jatuh saat melaksanakan operasi waterbombing di wilayah Kabupaten Seruyan, Kabupaten Kalimantan Tengah," ujar Berton dalam siaran pers resmi melalui kanal YouTube BNPB, Kamis (5/11/2026).

Berton menyampaikan belasungkawa kepada keluarga prajurit yang gugur. Dua personel TNI AD yang meninggal adalah Letkol CPN (Anumerta) Dudi Firmansya dan Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar. Keduanya mendapat penghargaan kenaikan pangkat luar biasa (Anumerta) satu tingkat lebih tinggi.

"Kami sampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya bagi para personel yang menjadi korban dalam kejadian ini. Kami turut menyampaikan belasungkawa kepada dua personel yang gugur dalam penugasan ini yaitu Letkol CPN Anumerta Dudi Firmansya dan Kapten CPN Anumerta Nurhafiz Akbar," tutur Berton.

Sementara itu, satu personel lainnya, Sertu Hery Prasetyo, hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan di lokasi kejadian.

Dalam pernyataan yang sama, Berton juga meralat informasi awal yang sempat beredar di media sosial BNPB mengenai jumlah korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Hingga saat ini, satu personel masih dalam upaya pencarian. Keterangan ini sekaligus meralat keterangan kami yang terdahulu, di mana sebelumnya melalui media sosial bahwa kami menyampaikan terdapat tiga personel yang gugur," ujar Berton.

Ia mengajak publik untuk mendoakan kelancaran upaya pencarian dan ketabahan keluarga para prajurit.

"Mari kita sama-sama doakan agar satu personel yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan, seluruh keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan," pungkasnya.

Rekomendasi