Rekam Jejak Irjen Ahrie Sonta, Eks Ajudan Prabowo Tersangka Penyadapan Presiden

Irjen Ahrie Sonta ditetapkan tersangka kasus penyadapan Presiden. Profil singkat eks ajudan Prabowo yang baru menjabat Kadivkum Polri.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap- Reporter
Rekam Jejak Irjen Ahrie Sonta, Eks Ajudan Prabowo Tersangka Penyadapan Presiden
Brigjen Ahrie Sonta

Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri, Irjen Ahrie Sonta, ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan Presiden Prabowo Subianto. Selain Ahrie, Jenderal Listyo Sigit dan Irjen Eko Hadi juga dijerat dalam perkara yang sama.

"Berdasarkan hasil penyidikan secara Scientific Crime Investigation dan proses manage- proses manajemen penanganan perkara, penyidik telah menetapkan terhadap 3 orang tersangka dengan inisial LSP, ASN, dan EH," kata Kabareskrim Komjen Asep Safrudin dalam jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (3/11).

Polisi menyebut ketiganya disangkakan pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Mereka kini ditahan di Rutan Mabes Polri.

Berikut rekam jejak Irjen Ahrie Sonta.

Profil Irjen Ahrie Sonta dalam Sorotan Kasus Penyadapan Presiden

Ahrie Sonta baru beberapa waktu menjabat Kadivkum Polri setelah dilantik Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto pada Oktober 2026. Penetapan posisinya tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 bertanggal 2 Oktober 2026.

Lahir di Bandung, Jawa Barat, 2 April 1981, Ahrie merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 dari Batalyon Wicaksana Laghawa. Ia banyak berkarier di bidang reserse dan menempati sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri.

Salah satu penugasan penting yang pernah ia emban adalah bergabung dalam Satuan Tugas Khusus Operasi Nemangkawi di Papua. Ahrie juga pernah menjabat Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sidoarjo serta Kepala Tim Monitoring Biro Pembinaan dan Operasional Bareskrim Polri pada 2019.

Namanya kian dikenal saat bertugas di Direktorat Tindak Pidana Siber pada 2020. Ketika itu, Ahrie bersama timnya menangkap buronan kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra, di Kuala Lumpur, Malaysia.

Selepas itu, Ahrie dipercaya memimpin Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Sekitar setahun kemudian, ia dipromosikan menjadi Sekretaris Pribadi Kapolri pada Staf Pribadi Pimpinan Polri, sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/318/II/KEP/2021 tertanggal 18 Februari 2021.

Pada Oktober 2024, kariernya berlanjut ke lingkungan Istana. Ia ditunjuk menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto setelah sekitar dua tahun menjabat Sekretaris Pribadi Kapolri.

Satu tahun berselang, Ahrie mendapat kenaikan pangkat menjadi brigadir jenderal. Upacara kenaikan pangkat bersama 26 perwira tinggi Polri lainnya digelar pada Oktober 2025. Ahrie menjadi Akpol 2022 pertama yang pecah bintang.

Di luar penugasan, Ahrie menaruh perhatian pada dunia akademik. Ia telah meraih gelar doktor (S3) di bidang Ilmu Kepolisian.

Rekomendasi