PAM Jaya menyatakan laju penurunan muka tanah Jakarta melambat dalam beberapa tahun terakhir. Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menautkan tren tersebut dengan meningkatnya pemanfaatan air perpipaan, mengacu pada hasil riset Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang membandingkan kondisi 2018 hingga 2025.
Menurut Arief, area yang sebelumnya memperlihatkan indikasi penurunan signifikan kini berkurang. Pada peta riset, warna hijau di sisi selatan Jakarta tampak semakin meluas, sementara zona merah di wilayah utara mulai bergeser menjadi kuning. Perubahan pewarnaan itu merepresentasikan berkurangnya indikasi penurunan muka tanah.
"Riset dari Kementerian ESDM, Jakarta berhasil menahan laju penurunan muka tanah. Ini menandakan bahwasannya masyarakat Jakarta sudah banyak mulai menggunakan air perpipaan," kata Arief dalam keterangannya, dikutip Senin (2/11/2026).
Ia menambahkan, perluasan jaringan air pipa tidak hanya menyasar pemenuhan kebutuhan air bersih, tetapi juga memiliki kontribusi terhadap perbaikan kondisi lingkungan di Ibu Kota.
Perluasan layanan dilakukan PAM Jaya bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melalui pembangunan infrastruktur yang berjalan secara kolaboratif. Arief menyebut temuannya telah disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
"Ini sesuatu yang secara fakta, bahwasannya layanan 83 persen ternyata terlihat dari riset yang dilakukan bukan oleh kami. Ini Badan Geologi yang melakukan riset," ujarnya.
Advertisement
Layanan Air Pipa dan Target 2029 di Tengah Penurunan Muka Tanah Jakarta
Hingga September 2026, PAM Jaya mencatat 1.222.484 sambungan pelanggan dengan penerima manfaat sekitar 9 juta jiwa. Cakupan pelayanan air perpipaan mencapai 83,27 persen.
Saat ini kapasitas suplai tercatat 23.051 liter per detik (LPS) dengan jaringan pipa sepanjang 13.094 kilometer. Perusahaan menargetkan pelayanan air pipa menjangkau 100 persen penduduk pada 2029.
"Dalam target tersebut, PAM Jaya membidik jumlah pelanggan sebanyak 2.016.011 sambungan dengan kapasitas suplai mencapai 32.159 LPS," ucap Arief.
Selain itu, panjang jaringan pipa ditargetkan meningkat menjadi 16.234 kilometer dengan dukungan 28 instalasi pengolahan air (IPA). Arief menekankan, realisasi sasaran tersebut membutuhkan kerja berkelanjutan serta dukungan para pemangku kepentingan.
Ia juga meminta jajaran internal tidak cepat berpuas diri agar percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas layanan tetap terjaga. "Jadikan pujian itu sebagai sesuatu untuk mencambuk lagi bahwasannya kita masih terus banyak bekerja untuk menyelesaikan target-target ini," tandasnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387923/original/088170700_1793589309-259451.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387938/original/030504100_1793590526-1001414030.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387910/original/019699600_1793588311-IMG-20261101-WA0188.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387890/original/056589400_1793587079-IMG_20261102_085322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425609/original/068668100_1764232311-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386164/original/081238400_1793335194-email-attachment_2026_10_30_arie-sunaryo_tengah-malam-digeruduk-polisi-santriwati-ponpes-sukoharjo-dibawa-ke-polres_IMG-20261030-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387778/original/029942200_1793546849-WhatsApp_Image_2026-11-01_at_22.27.06.jpeg)