Ansor Jateng Sentil Polisi soal Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

GP Ansor Jawa Tengah menilai adanya kelambanan dari kepolisian dalam merespons potensi tindakan kekerasan hingga terjadi adanya aksi pembakaran Warung Mi Babi di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama- Reporter
Ansor Jateng Sentil Polisi soal Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, M Shidqon Prabowo buka suara penggerebekan ponpes putri di Sukoharjo. (merdeka.com/istimewa).

Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah menyesalkan adanya tindakan penggeledahan aparat kepolisian yang dilakukan di Pondok Pesantren (Ponpes) khusus putri di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah terkait kasus pembakaran Warung Mi Babi Tepi Sawah Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

“Kami menyayangkan tindakan arogan yang dilakukan oleh aparat kepolisian di Ponpes yang berisi para santriwati. Ini jelas mengarah pada tindakan tidak profesional dan tidak proporsional oleh aparat,” kata Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, M Shidqon Prabowo, Senin (2/11).

Dia menyebut pengembangan kasus melalui penggeledahan pada pondok pesantren yang dihuni santriwati terlebih rata-rata masih di bawah umur telah mengarah pada aksi arogansi aparat.

"Harusnya aparat bisa gunakan cara-cara yang lebih humanis. Terlebih tidak ditemukan adanya barang bukti terkait tindakan kriminal sebagaimana kasus yang tengah disidik,” ujar dia.

Di sisi lain, GP Ansor Jawa Tengah menilai adanya kelambanan dari kepolisian dalam merespons potensi tindakan kekerasan hingga terjadi adanya aksi pembakaran Warung Mi Babi di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol.

"Kami minta aparat bisa lebih responsif mengantisipasi adanya potensi tindakan kriminal. Aduan sekecil apapun dari masyarakat harusnya ditanggapi dengan cepat dan dicarikan solusinya. Sehingga tidak sampai ada tindakan main hakim sendiri,” kata dia.

Di sisi lain, dia menghimbau pada seluruh kader GP Ansor dan Banser di berbagai pelosok daerah di Jawa Tengah untuk aktif menjalin komunikasi dan koordinasi terkait kondisi di lingkungan masing-masing pada PW GP Ansor dan Satkorwil Banser Jawa Tengah.

“Kita mendukung penuh kegiatan Amar Ma’ruf Nahi Munkar di Jawa Tengah. Namun harus menggunakan cara yang tepat demi kemaslahatan bersama,” tutup Gus Sidqon.

Rekomendasi