Sudah Diguyur Hujan Semalaman, Mengapa Kebakaran Hutan di OKI Belum Padam?

Asap terus mengepul dan berpotensi kualitas udara kembali memburuk.

irwanto
Oleh irwanto- Reporter
Sudah Diguyur Hujan Semalaman, Mengapa Kebakaran Hutan di OKI Belum Padam?
Asap kebakaran hutan dan lahan di OKI. (merdeka.com/istimewa).

Meski diguyur hujan selama tujuh jam, kebakaran di lahan gambut di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tak kunjung padam. Asap terus mengepul dan berpotensi kualitas udara kembali memburuk.

Bardasarkan visual drone Manggala Agni, Kamis (29/10) pukul 07.00 WIB, terdapat beberapa titik api dan asap di Talang Rimba, Cengal, OKI. Padahal lokasi tersebut diguyur hujan intensitas sedang-tinggi sejak siang kemarin.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengungkapkan, tim tengah melakukan pemadaman di lokasi sehingga benar-benar padam. Apalagi karhutla di lokasi itu telah berlangsung sejak beberapa hari lalu.

"Api dan asap terlihat di Talang Rimba, itu yang (kebakaran) kemarin-kemarin. Masih belum tuntas walaupun dihujani tujuh jam," ungkap Ferdian, Kamis (29/10).

Menurut dia, karhutla di lahan gambut memang sangat sulit dipadamkan apalagi kondisi material di lapisan bawah gambut sangat kering akibat lama tidak diguyur hujan. Api bakal cepat meluas dan menimbulkan asap jika tidak segera ditangani.

"Sekarang masih dikerjakan, nanti sore akan kita cek lagi pakai drone," kata dia.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan, potensi kabut asap masih tinggi terjadi di wilayah Sumsel. Bsrdasarkan informasi tim pemadam, masih banyak lahan yang terbakar, baik di areal yang diguyur hujan maupun tidak.

"Yang sudah kena hujan pun masih ada asap mengepul dari dalam lapisan gambutnya," kata Wandayantolis.

Karena itu, penanangan karhutla di OKI makin intens dilakukan dengan cara operaso modifikasi cuaca (OMC). Hujan yang turun dalam waktu lama dengan intensitas tinggi diharapkan mampu memadamkan api di lahan gambut.

"Ancaman kabut asap masih tinggi. Karena itu kami merekomendasikan fokus OMC ke OKI," pungkas Wandayantolis.

Rekomendasi