Kepala BNPB Kristomei Tekankan Respons Cepat Tangani Karhutla

Usai dilantik Kepala BNPB, Letjen Kristomei Sianturi berjanji segera cek lokasi karhutla dan menargetkan penyelesaian di enam provinsi.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham- Reporter
Kepala BNPB Kristomei Tekankan Respons Cepat Tangani Karhutla
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Kristomei Sianturi. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Letjen TNI Kristomei Sianturi berencana langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dia menegaskan, penanganan bencana harus dilakukan dengan prinsip respons cepat.

"Segera (cek kebakaran). Karena tadi saya bilang, hitungannya menit, bukan jam," kata Kristomei di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Sebelum turun ke lapangan, Kristomei akan berkoordinasi dengan jajaran BNPB untuk menentukan daerah prioritas yang perlu dikunjungi. Meski demikian, dia menyatakan kesiapannya untuk berangkat ke wilayah terdampak karhutla pada Jumat, 16 Oktober 2026.

"Saya harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan staf. Kita harus melakukan koordinasi internal dulu," ujarnya.

"Harus. Siap, langsung," sambung Kristomei.

Kristomei menargetkan persoalan karhutla di enam provinsi dapat segera ditangani. Dia menyebut langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar penanganan bencana dilakukan secepat mungkin.

"Ya, targetnya as soon as possible, secepat mungkin. Jangan sampai rakyat terus terdampak. Karena itu, seperti yang tadi saya sampaikan, kita harus responsif. Hitungannya bukan jam, melainkan menit. Itu yang akan kita evaluasi ke depannya sehingga tidak ada lagi korban-korban yang sia-sia," jelas Kristomei.

Kolaborasi Lintas Sektor

Selain mengutamakan kecepatan penanganan, Kristomei menekankan pentingnya kolaborasi, responsivitas, integrasi, dan sinkronisasi dalam menghadapi berbagai bencana di Indonesia, mulai dari karhutla, banjir, hingga erupsi.

Menurut dia, BNPB perlu bekerja sama dengan kementerian/lembaga, TNI, Polri, serta masyarakat agar penanganan bencana dapat berjalan efektif dan cepat.

"Jadi, harus ada sinkronisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk masyarakat. Jangan hanya bertumpu pada lembaganya saja. Mari kita bekerja sama karena ini permasalahan kita bersama. Bukan hanya satu-dua orang yang terdampak, tetapi hampir semua orang yang tinggal di wilayah tersebut," tutur dia.

Kristomei kembali menegaskan bahwa kolaborasi antarlembaga menjadi kunci dalam penanganan bencana. Dia mencontohkan keterkaitan BNPB dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam mendukung upaya penanggulangan bencana.

"Makanya saya sebutkan bahwa kolaborasi, respons yang cepat, integrasi atau kepaduan seluruh unsur yang ada, serta sinkronisasi semua badan yang saling bekerja sama sangat penting. BNPB juga saling terkait dengan BMKG, misalnya," sambung Kristomei.

Rekomendasi