Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Tengah buka suara terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Ketua GAPKI Kalimantan Tengah, Rizki Djaya mengatakan, pelaku usaha kelapa sawit menghadapi pelbagai tantangan dalam menjaga wilayah konsesi agar terhindar dari kebakaran. Dia juga berharap upaya telah dilakukan perusahaan dapat memperoleh perhatian dan apresiasi dari pelbagai pihak.
Rizki menuturkan, pelaku usaha telah berupaya menjaga dan mengamankan wilayah perkebunan dari potensi kebakaran, termasuk melalui kegiatan pemantauan dan pengendalian yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Tolong dong dibela kami yang sudah berjuang berdarah-darah ini, jangan dicari dosanya. Kapan kami harus bernafas lagi sedangkan area kami harus kita amankan? Salah satu industri yang menyelamatkan negeri kita itu adalah perkelapasawitan," kata Rizki saat Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla pada wilayah KSPEAN di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan di Ballroom Santika Hotel Slipi Jakarta, Kamis (15/10).
Menurut pihak GAPKI, upaya pencegahan karhutla memerlukan kesiapsiagaan dan pengawasan secara berkelanjutan. Pihaknya juga berharap agar penilaian terhadap keterlibatan perusahaan dalam peristiwa karhutla dilakukan secara objektif berdasarkan fakta dan kondisi di lapangan.
Di sisi lain, karhutla merupakan persoalan yang berdampak luas terhadap masyarakat, lingkungan, dan aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, penanganannya memerlukan koordinasi dan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.
Rizki menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ia juga mengingatkan bahwa terdapat faktor-faktor alam yang perlu dipertimbangkan dalam upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran.
"Emangnya bencana ini urusan korporat saja? Bencana ini adalah urusan kita bersama Bapak-Bapak sekalian, tetapi di situ ada urusan Tuhan yang tidak bisa kita kendalikan," pungkasnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374231/original/061210200_1792040969-000_D3A22KE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374753/original/077556300_1792063607-Screenshot_2026-10-15_182237.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374685/original/064988600_1792059659-132476.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374710/original/066297500_1792060844-IMG_0022.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374704/original/053691500_1792060647-IMG_5735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439132/original/015573600_1765351007-Menteri_Agraria_dan_Tata_RuangKepala_Badan_Pertanahan_Nasional__ATR_BPN___Nusron_Wahid-10_Desember_2025.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374677/original/028650100_1792059394-IMG-20261015-WA0110.jpg)