Nina Abadiah tak pernah menyangka kehidupannya dalam dua bulan terakhir berubah drastis. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Palangka Raya, Kalimantan Tengah, ternyata berdampak signifikan terhadap Nina dan keluarganya.
Kondisi kabut asap dalam beberapa hari terakhir belum menunjukkan perbaikan hingga membatasi aktivitas warga. Tidak hanya kegiatan, asap imbas kebakaran hutan dan lahan itu juga berimbas terhadap kesehatan.
Nina mengeluhkan kualitas udara dirasakan semakin buruk, dengan bau asap menyengat hingga memicu berbagai gangguan kesehatan. Sebaliknya, asap justru terasa semakin pekat dan menusuk hingga menyebabkan ketidaknyamanan masyarakat.
"Secara umum, kondisi kami di Palangka Raya masih sangat pekat. Justru setiap hari kami merasa bukannya membaik, malah semakin menusuk dan berbau sampai membuat sakit kepala," ujar Nina saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (15/10).
Menurut Nina, keluhan kesehatan dirasakan warga antara lain sakit perut, sakit kepala, hingga mual dan ingin muntah. Kondisi tersebut dikatakan Nina, semakin mengkhawatirkan bagi kelompok rentan, terutama anak-anak dan bayi.
Dia menyebut sejumlah ibu mengeluhkan anak-anak mereka mengalami sesak napas hingga muntah di tengah kondisi kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut.
Advertisement
Asap Tetap Tercium Meski Menggunakan AC
Nina mengatakan, kondisi dialami warga saat ini tidak jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya. Bahkan bau asap disebut semakin menyengat dengan warna langit tampak menguning kemerahan.
Menurut dia, asap masih tercium meskipun warga berada di dalam rumah dan menggunakan pendingin ruangan atau AC. Kondisi tersebut membuat warga tetap merasakan dampak kabut asap meskipun beraktivitas di dalam rumah.
"Sama seperti kemarin-kemarin, tidak ada perubahan. Yang ada makin bau asapnya sampai menguning kemerahan. Sudah pakai AC pun asap itu tetap tercium selama beberapa hari terakhir ini, apalagi yang tidak pakai AC," kata Nina.
Advertisement
Pembelajaran Jarak Jauh Masih Berlangsung
Dampak kabut asap juga dirasakan di sektor pendidikan. Nina membenarkan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah masih dilaksanakan secara jarak jauh atau daring.
Menurut dia, pembelajaran jarak jauh masih berlangsung hingga saat ini dan belum diketahui sampai kapan kebijakan tersebut akan diterapkan.
"Iya, betul. Masih terus pembelajaran jarak jauh sampai waktu yang enggak tahu kapan,” ujar Nina.
Warga berharap kondisi kabut asap di Palangka Raya segera membaik agar aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak rentan terdampak gangguan pernapasan, dapat kembali berjalan normal.
Hingga kondisi udara membaik, masyarakat diimbau memperhatikan dampak paparan asap terhadap kesehatan, terutama pada bayi, anak-anak, dan warga mengalami gangguan pernapasan.