Rakor Pemulihan Pendidikan Pascabencana, Update 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatera

Satgas PRR melaporkan 4.922 sekolah terdampak Bencana Sumatera kembali belajar. Tito beberkan kondisi terkini dan langkah percepatan.

Devira Prastiwi
Oleh Devira Prastiwi - Reporter
Rakor Pemulihan Pendidikan Pascabencana, Update 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatera
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas PRR memaparkan progres pemulihan pendidikan di tiga provinsi terdampak.

Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mencatat 4.922 sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali melaksanakan pembelajaran per 22 September 2026.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas PRR terus memantau pemulihan fasilitas pendidikan di tiga provinsi tersebut. Dalam Rapat Koordinasi Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di bidang pendidikan, Tito mendengarkan paparan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengenai progres di lapangan.

"Keberlanjutan proses belajar mengajar menjadi salah satu capaian penting dalam pemulihan pendidikan pascabencana," ujar Tito di Posko Satgas PRR, Kantor Kemendagri, Rabu (23/9/2026).

Dia menyebut, meski jumlah sekolah terdampak mencapai ribuan, proses pembelajaran telah kembali berjalan di seluruh satuan pendidikan yang terdampak di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

"Tadi good news-nya tidak ada yang total semuanya di tenda seperti dulu. Sudah selesai, tinggal dua saja yang masih sebagian di tenda karena tidak mencukupi," ucap Tito.

Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Masih Diperlukan

Tito menegaskan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi tetap diperlukan karena sebagian sekolah masih menghadapi kendala pembangunan di lapangan.

"Perbedaan kondisi geografis, kerusakan akses, ketersediaan material, hingga bencana susulan turut memengaruhi kecepatan pemulihan di setiap daerah," terang dia.

"Jadi memang sekali lagi jumlahnya karena jumlahnya masif yang 4.922 (sekolah), tidak mungkin diselesaikan dalam waktu yang sangat cepat," ujar Tito.

Untuk mempercepat penyelesaian, ia meminta pendampingan intensif terutama bagi sekolah yang progres fisiknya masih di bawah 50 persen.

Satgas PRR akan mengoordinasikan berbagai kendala yang dihadapi pemerintah daerah bersama kementerian/lembaga terkait guna mendorong kelanjutan rehabilitasi dan rekonstruksi pendidikan pasca Bencana Sumatera.

Rekomendasi