Nilai TKA SMK Jadi Sorotan, Ini Arahan Mendikdasmen soal Pembelajaran Siswa PKL

Pentingnya pembelajaran selama PKL menjadi perhatian di tengah sorotan terhadap capaian nilai TKA siswa SMK.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Nilai TKA SMK Jadi Sorotan, Ini Arahan Mendikdasmen soal Pembelajaran Siswa PKL
Mendikdasmen Abdul Mu’ti

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pembelajaran siswa SMK tidak boleh berhenti selama menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL). Menurut dia, pengalaman siswa di dunia kerja harus tetap menjadi bagian dari proses pembelajaran.

"Pembelajaran tidak berhenti ketika anak-anak kita melaksanakan PKL. Justru pengalaman di dunia kerja harus menjadi bagian dari proses pembelajaran," kata Abdul Mu’ti dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026). 

Mu’ti mengatakan sekolah perlu memastikan siswa tetap memperoleh pembelajaran selama mengikuti PKL. Salah satunya dengan memanfaatkan pola pembelajaran yang fleksibel, termasuk pembelajaran secara asinkron.

Menurut dia, fleksibilitas dalam pembelajaran bukan berarti siswa belajar tanpa arahan. Guru tetap memiliki peran dalam menentukan tujuan pembelajaran, memberikan instruksi, memantau perkembangan, serta memberikan umpan balik kepada siswa.

“Fleksibilitas bukan berarti tanpa arahan. Guru tetap memiliki peran penting dalam menetapkan tujuan pembelajaran, memberikan instruksi, memantau perkembangan, dan memberikan umpan balik kepada murid,” ujarnya.

Mu’ti juga menekankan pentingnya penguatan kemampuan literasi dan numerasi bagi siswa SMK. Kemampuan tersebut tidak hanya dibutuhkan untuk kepentingan akademik, tetapi juga penting dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja.

“Literasi dan numerasi merupakan kemampuan fundamental. Keduanya diperlukan bukan hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja,” katanya.

 

Nilai TKA jadi Sorotan

Pentingnya pembelajaran selama PKL menjadi perhatian di tengah sorotan terhadap capaian nilai TKA siswa SMK. Berdasarkan Surat Edaran Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Nomor 4021/B/D2/DV.00.01/2026, rata-rata nilai TKA SMK tercatat 34,84 untuk Matematika, 22,69 untuk Bahasa Inggris, dan 53,68 untuk Bahasa Indonesia.

Capaian tersebut menunjukkan masih terdapat tantangan dalam penguatan kemampuan akademik dasar siswa SMK. Karena itu, proses pembelajaran perlu tetap berjalan meski siswa sedang mendapatkan pengalaman langsung di dunia kerja melalui PKL.

Mu’ti menilai pengalaman di tempat kerja seharusnya tidak diposisikan terpisah dari pembelajaran di sekolah. Pengalaman tersebut justru dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang membantu siswa mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Dengan demikian, pelaksanaan PKL tidak hanya menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal lingkungan kerja, tetapi juga tetap terintegrasi dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan sekolah.

Rekomendasi