Gubernur Banten Andra Soni menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah menyikapi kisruh di SD Islam (SDI) Pembangunan Pamulang. Ia menekankan pentingnya penanganan persoalan dengan jalur yang sesuai aturan.
Pernyataan itu disampaikan setelah Andra Soni menerima audiensi dari Yayasan Syarif Hidayatullah dan wali murid SDI Pembangunan Pamulang terkait perselisihan dengan UIN Jakarta yang diduga melibatkan organisasi kemasyarakatan, pada Kamis (3/9/2026).
"Saya tidak mau ada kekerasan di lingkungan sekolah, kalau ada perkara hukum maka dilakukan dengan cara yang betul," kata Andra Soni, Jumat (4/9/2026).
Ia menegaskan keamanan dan kenyamanan anak-anak dalam berkegiatan di sekolah harus dijamin dari tindakan kekerasan maupun premanisme.
Menurutnya, sekolah merupakan tempat yang semestinya paling aman bagi anak untuk menjalani proses belajar mengajar.
"Meskipun TK dan SD sebenarnya bukan wewenang provinsi, tapi sebagai bapaknya Banten, saya berkewajiban juga memberikan jaminan keamanan pada mental maupun fisik anak-anak murid ini," ungkap Andra Soni.
Advertisement
Gubernur Banten Panggil Pihak Terkait
Andra Soni meminta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Jamaludin, untuk mengirim undangan audiensi kepada UIN Jakarta. Langkah ini diambil guna mencari titik terang atas konflik yang terjadi.
"Saya harus mendengar dari semua pihak dulu, karena saya tidak bisa mencarikan solusi jika baru mendengar dari satu pihak saja," kata Andra Soni.