Segini Tarif Transjakarta Rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta, Berlaku Mulai Besok

Rute ini sudah mulai beroperasi Maret 2026.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Segini Tarif Transjakarta Rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta, Berlaku Mulai Besok
Untuk diketahui, sepanjang 2024, Transjakarta melayani 371,4 juta pelanggan dengan rata-rata lebih dari 1 juta pelanggan per hari. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menetapkan tarif layanan bus Transjakarta rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta (SH2) sebesar Rp15.000 per sekali jalan. Kebijakan ini akan mulai berlaku efektif pada Selasa, 1 September 2026.

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 685 Tahun 2026. Dengan berlakunya aturan ini, seluruh penumpang yang menggunakan layanan rute SH2, baik dari arah Blok M menuju bandara maupun sebaliknya, akan dikenakan biaya sesuai dengan ketetapan baru tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi bahwa pemberlakuan tarif ini sudah final dan siap diimplementasikan.

"Mengenai tarif Rp 15 ribu, karena ini sudah diumumkan dan diputuskan, besok akan diberlakukan untuk tarif dari Blok M ke Soekarno-Hatta yaitu Rp 15 ribu berlaku," kata Pramono Anung di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).

Latar Belakang Operasional Rute SH2

Layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta sendiri telah beroperasi selama lima bulan sejak diluncurkan pada Kamis, 12 Maret 2026. Pengembangan rute ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas transportasi publik yang terintegrasi.

Pada awal peluncurannya, tarif permanen layanan ini belum diputuskan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sempat menerapkan tarif sementara sebesar Rp 3.500 yang disamakan dengan layanan Transjabodetabek lainnya hingga periode Idulfitri, sembari melakukan kajian mendalam terhadap aspek operasional layanan.

Pramono menjelaskan bahwa penetapan besaran tarif ini telah mempertimbangkan berbagai faktor teknis di lapangan. Salah satu pertimbangan utama adalah adanya titik-titik pemberhentian yang memengaruhi biaya operasional bus selama perjalanan menuju bandara.

"Karena ternyata untuk ke Bandara itu ada tiga kali pemberhentian yang ada cost-nya juga," ujar Pramono.

Meski demikian, ia memastikan bahwa nilai Rp15.000 tetap menjadi opsi yang lebih terjangkau dibandingkan dengan moda transportasi umum lainnya atau taksi untuk rute menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Rekomendasi