Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang, Pengungsi Capai 59.647 Jiwa

Jumlah pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 20.103 orang. Selanjutnya, terdapat 19.345 pengungsi di Manggarai Barat.

Dimas Ramadhan Wicaksana
Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang, Pengungsi Capai 59.647 Jiwa
Warga dan petugas penyelamat mencari di antara puing-puing setelah gempa bumi melanda Cali, Kolombia, pada hari Senin, 10 Agustus 2026. (Foto AP/Santiago Saldarriaga)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 71 orang.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan terdapat satu korban meninggal tambahan di Kabupaten Nagekeo. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers secara daring, Rabu (19/8/2026).

"Bahwa jumlah korban ada bertambah satu orang menjadi 71 yaitu di Kabupaten Nagekeo," kata Berton dalam siaran langsung di YouTube BNPB.

Mewakili BNPB dan pemerintah, Berton menyampaikan belasungkawa atas bertambahnya korban meninggal dunia akibat gempa tersebut.

"Kami segenap pemerintah maupun dari kementerian lembaga yang ada bersama-sama saat ini, mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya keluarga kita yang saat ini ada di tempat-tempat pengungsian maupun daerah terdampak di NTT ini," tutur Berton.

 

Pengungsi Capai 59.647 Orang

Selain korban meninggal, BNPB mencatat 59.647 orang masih mengungsi akibat gempa. Berton mengatakan penanganan pengungsi menjadi salah satu fokus karena sebagian warga memilih tidak kembali ke rumah akibat kerusakan bangunan dan kekhawatiran terhadap gempa susulan.

Jumlah pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 20.103 orang. Selanjutnya, terdapat 19.345 pengungsi di Manggarai Barat.

"Saat ini menurut catatan kami, sebanyak 59.647 orang, dan yang terbanyak ini ada di Manggarai, sebanyak 20.103 pengungsi, dan di Manggarai Barat ada sebanyak 19.345 orang," kata dia.

BNPB, kata Berton, terus memastikan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian terpenuhi. Kebutuhan tersebut meliputi makanan, air minum, tempat tinggal sementara, matras dan selimut, layanan kesehatan, sanitasi dan kebersihan, serta kebutuhan kelompok rentan, terutama anak-anak, lansia, perempuan hamil, dan penyandang disabilitas.

Rekomendasi