Sebuah kios di kawasan wisata sejarah Istana Gebang Blitar ludes dilalap si jago merah. Kebakaran hebat ini terjadi diduga kuat karena kecerobohan pemilik kios yang lupa mematikan kompor usai memasak. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
Salah seorang saksi, Agus mengatakan peristiwa kebakaran ini pertama kali disadari oleh pedagang sekitar dan para pengunjung yang mencium bau sangit mencurigakan sekitar pukul 10.00 WIB.
"Tadi pas ngopi di sini, tiba-tiba ada bau terbakar. Pas dicek, ternyata kiosnya sudah terbakar," ujar Agus, Rabu (19/8).
Advertisement
Warga Gotong Royong Padamkan Api
Kios yang terbakar diketahui milik Wasiati, yang terletak di deretan sebelah selatan. Saat insiden terjadi, kios dalam kondisi tertutup dan terkunci karena pemiliknya sedang menghadiri acara di Kantor Satpol PP Kota Blitar. Diduga kuat, kompor di dalam kios masih menyala saat ditinggal pergi.
Warga dan pengunjung yang berada di lokasi sempat bergotong-royong menjinakkan api menggunakan dua unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, hembusan angin dan bahan mudah terbakar membuat api cepat membesar, hingga akhirnya warga menghubungi petugas kepolisian dan dinas pemadam kebakaran.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Blitar, Bayu Wijayanto membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya merespons cepat dengan menerjunkan tim ke lokasi.
"Kami langsung melakukan pemadaman dengan mengerahkan dua unit mobil Damkar hingga proses pembasahan selesai," ujar Bayu.
Bayu menegaskan bahwa penyebab utama kebakaran diduga berasal dari kompor yang lupa dimatikan pemiliknya saat memasak mie. Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.
"Penyebabnya diduga karena pemilik memasak mie lalu lupa mematikan kompor. Kerugian ditaksir mencapai Rp15 juta," pungkasnya.