Pendakwah KH Anwar Zahid dipastikan dalam kondisi baik setelah mobil Toyota Alphard yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dengan sebuah truk trailer di Jalan Raya Padangan–Ngawi, Kabupaten Bojonegoro.
Bahkan, usai menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit, ia tetap melanjutkan perjalanan dan mengisi agenda pengajian di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Sesaat setelah kecelakaan, KH Anwar Zahid bersama sopirnya dievakuasi ke RSUD Padangan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan keduanya tidak mengalami luka serius sehingga dinyatakan layak melanjutkan perjalanan menuju lokasi pengajian.
Kondisi sang pendakwah yang tetap prima terlihat saat menghadiri pengajian di Desa Sijenggung, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara. Dalam siaran langsung melalui kanal YouTube Official @AnzaChanelKHAnwarZahid, ia tampak menyampaikan tausiah seperti biasa di hadapan ratusan jemaah.
"Sederek-sederek kulo warga Sijenggung, sami sehat nggih, kulo bingah sanget ningali jenengan sehat-sehat, buktine saget dugi meriki kanto melampah piyambak-piyambak, boten wonten sing diinfus, boten wonten sing diangkut ngangge ambulans," ucap KH Anwar Zahid saat membuka ceramahnya.
Panitia pengajian juga membenarkan bahwa KH Anwar Zahid sempat menjalani pemeriksaan dokter setelah mengalami kecelakaan di Bojonegoro. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, kondisinya dinilai stabil sehingga tetap dapat memenuhi jadwal pengajian.
"Sedikit ada kendala, Pak Kiai tadi mengalami kecelakaan. Tapi alhamdulillah sudah diperiksa dokter dan bisa rawuh ke sini," ujar panitia sebelum acara dimulai.
Advertisement
Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan yang melibatkan rombongan KH Anwar Zahid terjadi di Jalan Raya Padangan–Ngawi, tepatnya di Desa Prangi, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Senin (10/8/2026) sekitar pukul 22.45 WIB. Mobil Toyota Alphard yang ditumpangi KH Anwar Zahid bertabrakan dengan truk trailer dari arah belakang.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian, mengatakan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Kerusakan hanya terjadi pada kedua kendaraan yang terlibat.
"Tidak ada korban jiwa, cuma kerugian material karena ada kendaraan yang rusak. Untuk korban luka maupun korban jiwa tidak ada," kata Septian, Selasa (11/8/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan bermula saat Toyota Alphard yang dikemudikan A (31), warga Kecamatan Kanor, berhenti di belakang kendaraan lain karena adanya sistem buka-tutup jalan di lokasi perbaikan.
Saat kendaraan berhenti, truk trailer yang dikemudikan WP (44), warga Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, datang dari arah belakang dan menabrak Alphard. Polisi menduga pengemudi trailer mengantuk sehingga kehilangan kendali atas kendaraannya.
"Diduga pengemudi mengantuk sehingga tidak bisa menguasai laju kendaraannya dan menabrak mobil Toyota Alphard," jelas Septian.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pengemudi truk trailer telah dimintai keterangan dan hingga kini masih berstatus sebagai saksi.
"Pengemudi truk trailer sedang kami periksa. Saat ini masih berstatus sebagai saksi," pungkasnya.