Badan SAR Nasional (Basarnas) secara resmi mengakhiri kegiatan monitoring aktif terhadap KMP Mutiara Sentosa II. Keputusan penting ini diambil setelah empat hari penyisiran dan pemantauan intensif di perairan utara Pulau Madura, Jawa Timur. Langkah ini menandai berakhirnya fase pencarian aktif pasca-insiden kebakaran kapal yang sempat menarik perhatian publik.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, menyatakan bahwa keputusan pengakhiran monitoring diambil pada hari ketujuh setelah insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. Hal ini didasari oleh tidak adanya indikasi keberadaan kapal maupun korban yang mungkin masih belum ditemukan di area pencarian yang telah disisir secara menyeluruh. "Dengan tidak adanya tanda-tanda korban yang mungkin belum ditemukan, maka kami mengakhiri kegiatan monitoring aktif," kata Nanang di Surabaya, Minggu.
Sebelumnya, operasi SAR khusus kebakaran KMP Mutiara Sentosa II telah dialihkan menjadi operasi kesiapsiagaan. Pengalihan status ini dilakukan setelah seluruh 238 korban berhasil terdata dan dievakuasi dengan aman dari lokasi kejadian. Proses sinkronisasi data manifes antara pihak kesyahbandaran dan operator kapal memastikan jumlah korban yang akurat dan terverifikasi.
Advertisement
Advertisement
Upaya Monitoring dan Pengerahan Alutsar Basarnas
Kegiatan monitoring aktif ini merupakan kelanjutan dari operasi SAR yang statusnya dialihkan menjadi kegiatan pemantauan pada Rabu (5/8). Selama periode pemantauan ini, Basarnas mengerahkan personel terlatih dan sejumlah alat utama sistem keselamatan (alutsar) canggih untuk menyisir perairan utara Madura secara komprehensif. Upaya ini bertujuan untuk memastikan tidak ada korban atau bagian kapal yang tertinggal dan belum terdeteksi.
Untuk penyisiran melalui jalur laut, Basarnas menggunakan kapal KN SAR 249 Permadi yang memiliki kemampuan jelajah tinggi. Selain itu, satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Pos SAR Sumenep juga turut dikerahkan. Kedua sarana ini bergerak secara sistematis untuk mencakup area yang luas di perairan yang menjadi fokus pencarian.
Sementara itu, pemantauan dari udara dilakukan menggunakan helikopter Basarnas AW139 HR1301. Penggunaan helikopter ini sangat efektif untuk memperluas cakupan area pencarian secara visual dan memberikan perspektif yang lebih luas terhadap kondisi perairan. Pengerahan sarana laut dan udara tersebut dilakukan secara terkoordinasi guna mencari tanda-tanda keberadaan KMP Mutiara Sentosa II maupun korban yang kemungkinan masih belum ditemukan.
Advertisement
Advertisement
Status Kesiapsiagaan dan Data Evakuasi Korban
Dengan berakhirnya fase monitoring aktif ini, Kantor SAR Kelas A Surabaya selanjutnya menempatkan personelnya dalam posisi siaga penuh. Langkah strategis ini diambil untuk mengantisipasi kondisi kedaruratan lainnya yang mungkin terjadi di wilayah operasional mereka. "Selanjutnya, beralih posisi standby untuk kondisi kedaruratan yang lain," ujar Nanang, menegaskan komitmen Basarnas dalam menjaga keselamatan masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii telah mengalihkan operasi SAR khusus kebakaran KMP Mutiara Sentosa II menjadi operasi kesiapsiagaan. Keputusan penting ini diambil setelah seluruh 238 korban insiden kebakaran berhasil terdata dan dievakuasi dengan selamat atau ditemukan. Proses evakuasi melibatkan berbagai pihak dan kapal yang berpartisipasi aktif dalam operasi SAR.
Data manifes yang disinkronkan secara teliti antara pihak kesyahbandaran dan operator kapal memastikan jumlah korban di atas KMP Mutiara Sentosa II adalah 238 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 233 korban berhasil selamat dari insiden kebakaran yang mengerikan. Sementara itu, lima korban lainnya ditemukan meninggal dunia dalam kejadian tragis tersebut, menambah duka bagi keluarga yang ditinggalkan.
Advertisement
Rincian evakuasi korban selamat dan meninggal dunia adalah sebagai berikut:
- Korban selamat dievakuasi oleh KM Meratus Pematang Siantar (110 orang), TB Hasnur (62 orang), KN Permadi (sembilan orang), Selaras Mas (13 orang), KRI Nala (30 orang), serta KMP Mutiara Ferindo I (delapan orang).
- Lima korban meninggal dunia dievakuasi oleh KM Meratus Pematang Siantar (dua orang), KRI Nala (dua orang), dan KMP Mutiara Ferindo I (satu orang).
Sumber: AntaraNews
Advertisement