Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI telah memperkuat komitmen kerja sama kemanusiaan dengan King Hussein Cancer Foundation (KHCF) Yordania. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyediaan layanan kesehatan bagi warga Palestina yang membutuhkan. Penguatan kemitraan strategis ini diumumkan dalam sebuah keterangan resmi di Jakarta pada hari Minggu, 9 Agustus.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menyatakan kepercayaan penuh terhadap KHCF Yordania. Menurutnya, KHCF adalah mitra terpercaya yang selalu transparan dalam menjalankan dan melaporkan bantuan untuk masyarakat Palestina. Transparansi ini menjadi dasar penting dalam kelanjutan kerja sama.
Kolaborasi ini ditandai dengan komitmen Baznas RI untuk menyalurkan dana kemanusiaan. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk layanan kesehatan Palestina, dengan nilai lebih dari Rp1,7 miliar. Ini merupakan langkah konkret Baznas RI dalam mendukung upaya kemanusiaan di wilayah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Jangka Panjang Baznas RI untuk Palestina
Idy Muzayyad menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan hubungan baik yang telah terjalin. Ia mengutip kaidah fikih, "al-muhafadhatu 'ala al-qadimi al-shalih wal akhdu bil jadidi al-aslah," yang berarti memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik. Prinsip ini menjadi landasan dalam memperkuat kemitraan dengan KHCF Yordania.
Selain bantuan medis, Baznas RI juga merancang program bantuan jangka panjang yang bersifat berkelanjutan. Program ini mencakup pemberian beasiswa pendidikan perguruan tinggi bagi mahasiswa Palestina. Mereka akan menempuh studi di Indonesia, khususnya dalam bidang kesehatan.
"Kita juga memiliki pola baru penyaluran dengan memberikan beasiswa bagi mahasiswa Palestina untuk kuliah di Indonesia," ujar Idy Muzayyad. Ia menambahkan bahwa ini adalah program penyaluran yang bersifat jangka panjang dan berkelanjutan di bidang kesehatan, menunjukkan visi Baznas RI untuk masa depan Palestina.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Yordania dan Seruan Global untuk Kemanusiaan
Duta Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania untuk Republik Indonesia, Sudqi Al Omoush, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Baznas RI. Ia juga mendorong perluasan kerja sama melalui program wakaf berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengungsi Palestina dan wilayah lain yang terdampak konflik.
Sudqi Al Omoush menyayangkan besarnya alokasi dana global saat ini yang justru banyak dihabiskan untuk konflik bersenjata. Ia berharap agar bantuan tersebut dapat dialihkan sepenuhnya untuk program-program kemanusiaan yang mendukung kehidupan. "Jadi kami mengundang Anda untuk bergabung, untuk meningkatkan dukungan seperti yang selalu kami lakukan yang semua itu untuk kebaikan kehidupan, bukan perang," tegas Sudqi Al Omoush, menyerukan perdamaian.
Advertisement
Krisis Donasi Internasional dan Urgensi Bantuan Gaza
Direktur KHCF, Madelin Al Salah, turut mengapresiasi dukungan Baznas RI yang berkelanjutan. Ia secara khusus menyoroti alokasi dana terbaru senilai lebih dari Rp3,5 miliar. Dana ini akan digunakan untuk mendukung pengobatan pasien kanker asal Gaza di Yordania pada tahun 2026, menunjukkan komitmen jangka panjang.
Penguatan kerja sama kemanusiaan ini menjadi sangat mendesak akibat krisis penurunan donasi internasional. Penurunan ini terjadi karena dampak perang yang sedang berlangsung di negara-negara Teluk. Kondisi ini secara langsung mempengaruhi pemenuhan kebutuhan medis dan logistik pendamping pasien dari Gaza.
"Itulah sebabnya kami sekarang berada dalam kondisi krisis dan seruan darurat bagi pasien-pasien yang saat ini tinggal di Yordania," tutur Madelin Al Salah. Ia memperingatkan bahwa tanpa donasi, KHCF tidak akan mampu melanjutkan dukungan dan mendatangkan lebih banyak pasien dari Gaza, menekankan urgensi bantuan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews