Pria Tak Dikenal Lecehkan Perempuan di Sukabumi, Warga Beramai-ramai Mengepung

Seorang perempuan jadi korban Begal Payudara di Jalan Ahmad Yani, Cikole. Warga mengepung pelaku hingga polisi datang. Ini cerita saksi.

Fira Syahrin
Oleh Fira Syahrin - Reporter
Pria Tak Dikenal Lecehkan Perempuan di Sukabumi, Warga Beramai-ramai Mengepung
Puluhan warga mengerumuni pelaku dengan penuh emosi (Istimewa)

Seorang perempuan menjadi korban pelecehan seksual oleh pria tak dikenal di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Cikole, Senin (5/10/2026) malam. Aksi tak senonoh tersebut memicu kemarahan warga yang kemudian mengepung pelaku.

Peristiwa itu bermula ketika korban bersama sejumlah temannya melintas di kawasan tersebut. Mila (18), warga Cikole yang merupakan saksi sekaligus teman korban, mengungkapkan situasi saat insiden terjadi.

"Teman aku berdua di belakang, aku jalan sendirian ke bawah mau makan cuanki. Dia tuh tanya-tanya awalnya, katanya 'orang mana?'," ungkap Mila menceritakan gelagat pelaku.

Mila mengaku tidak menghiraukan pertanyaan pria tersebut dan tetap melanjutkan perjalanan. Namun, ia mulai mencurigai tingkah laku pelaku.

"Aku udah jalan aja. Tiba-tiba ngerasa ini orang akan (bertindak) nggak bener," tuturnya.

Kecurigaan Mila terbukti ketika temannya yang berjalan di belakang tiba-tiba panik dan menarik bajunya setelah mengalami pelecehan.

"Tiba-tiba teman aku tarik-tarik baju aku. Aku nanya, 'kenapa?' Dia pegang-pegang payudara," jelas Mila.

Orang Asing

Mila memastikan korban tidak mengenal pria yang diduga melakukan pelecehan tersebut. Menurutnya, pelaku merupakan orang asing bagi korban.

"Teman aku maksudnya (yang jadi korban). Nggak kenal. Nggak tahu ya," tegasnya.

Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan situasi sempat berlangsung tegang. Puluhan warga terlihat mengerumuni pria tersebut dengan penuh emosi.

Tak lama kemudian, polisi tiba di lokasi sekitar pukul 00.30 WIB, Selasa (6/10). Petugas berupaya membelah kerumunan untuk mengevakuasi pria tersebut ke dalam mobil patroli.

Saat dibawa polisi, massa terus meneriakkan "cabul!" sebagai bentuk kemarahan terhadap pria yang diduga melakukan pelecehan tersebut.

Rekomendasi