Derap langkah calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menggema di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2026). Lapangan latihan disulap menyerupai denah halaman istana untuk mematangkan formasi.
Di antara barisan itu, Ismi Ulfaida (16) berdiri tegap sebagai calon Paskibraka nasional. Siswi asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tersebut menjadi siswa pertama dari Sekolah Rakyat yang terpilih untuk bertugas di Istana Merdeka pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026. Ismi adalah murid Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar.
Ismi mewakili Sulawesi Barat bersama M Deni Fikri dari UPTD SMA Negeri 1 Wonomulyo. Ia mengaku tak menyangka dapat menembus tingkat nasional.
"Saya juga enggak nyangka bisa sampai di tingkat nasional karena targetnya provinsi," kata Ismi saat ditemui disela-sela latihan gabungan Paskibraka, dikutip dari Antara, Sabtu (8/8/2026).
Advertisement
Jejak Seleksi dari Polewali Mandar ke Tingkat Pusat
Perjalanan Ismi dimulai dari seleksi internal sekolah. Dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar, hanya dua peserta yang mendaftar: Ismi dan seorang siswa laki-laki. Ia menjadi satu-satunya yang lolos ke tingkat kabupaten.
Sesudah dinyatakan lulus di kabupaten, Ismi melanjutkan ke tingkat provinsi dan kembali lolos. Tahap berikutnya adalah verifikasi di tingkat pusat, yang membawanya bergabung dalam pemusatan latihan nasional.
Ia menuturkan proses itu sebagai pengalaman penting sejak bergabung di Sekolah Rakyat pada September 2025.
"Alhamdulillah saya lulus sampai di tingkat pusat. Terus saya mengikuti pelatihan," ujar siswi yang masuk Sekolah Rakyat pada September 2025 itu.
Minat Ismi pada Paskibraka tumbuh sejak SMP. Untuk mempersiapkan diri, ia mengikuti bimbingan belajar, berlatih peraturan baris-berbaris (PBB), serta mengasah minat dan bakat.
Advertisement
Disiplin Latihan Paskibraka di Depok
Selama sekitar tiga pekan pelatihan di Depok, hari-hari Ismi dimulai pukul 04.00 WIB. Setelah mandi dan salat Subuh, ia mengikuti olahraga pagi. Latihan utama berlangsung pukul 07.00–17.00 WIB, dilanjutkan mandi, salat Magrib, makan malam, dan salat Isya.
Pada malam hari, Ismi dan 75 calon anggota Paskibraka lainnya menerima materi jika ada agenda pembelajaran; jika tidak, waktu digunakan untuk istirahat. Ritme padat ini menuntut adaptasi.
Ismi menyebut tantangan utamanya adalah membiasakan diri bergerak cepat, berbeda dengan kebiasaan di rumah.
"Kalau di rumah enggak terlalu cepat," kata siswi kelas 11 itu.
Rindu pada keluarga juga kerap datang. Orang tua Ismi bekerja sebagai petani, dan sebelum berangkat ke Jakarta ia meminta doa restu mereka.
"Kalau kangen orang rumah, cuma nangis di kamar, tenangin diri. Ingat orang tua, ingat wajah orang tua," kata Ismi ketika ditanya hal yang membuatnya tetap kuat menjalani pelatihan.
Meski menjadi satu-satunya siswa dari Sekolah Rakyat, Ismi menyebut dirinya mudah berbaur dengan peserta dari berbagai daerah.
"Tidak ada kesulitan. Tidak terlalu banyak yang tanya tentang Sekolah Rakyat," kata perempuan yang bercita-cita menjadi polwan itu.
Advertisement
Sekolah Rakyat dan Dukungan BPIP
Keterpilihan Ismi membawa nama Sekolah Rakyat, salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan, ke barisan Paskibraka setidaknya membuka peluang lebih luas bagi sekolah serupa.
Wakil Kepala BPIP Rima Agristina mengapresiasi capaian ini dan berharap menjadi pemicu bagi siswa Sekolah Rakyat lainnya.
"Alhamdulillah ada satu calon Paskibraka ini yang berasal dari Sekolah Rakyat. Mudah-mudahan ini menyemangati Sekolah Rakyat lainnya untuk juga berlatih kepaskibrakaan sehingga tahun depan bisa lebih banyak lagi dari Sekolah Rakyat," kata Rima.
Ia menegaskan, pada prinsipnya Program Paskibraka terbuka bagi seluruh sekolah menengah. Keterlibatan Ismi diharapkan menjadi dorongan agar lebih banyak siswa mempersiapkan diri mengikuti seleksi.
Advertisement
Menuju Pengukuhan dan Upacara 17 Agustus 2026
Ismi dan para calon anggota Paskibraka dijadwalkan berlatih hingga 9 Agustus, lalu bergeser ke Jakarta pada 11 Agustus untuk mengikuti rangkaian gladi. Pengukuhan akan berlangsung pada 15 Agustus di Istana Kepresidenan, sebelum bertugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, 17 Agustus 2026.
Selama pemusatan di Depok, lapangan latihan disiapkan menyerupai denah halaman istana untuk mematangkan formasi dan gerakan sesuai kebutuhan upacara.
Bersama putra-putri pilihan dari seluruh Indonesia, Ismi mewakili Sulawesi Barat bersama M Deni Fikri dan menyebut keterpilihannya sebagai anugerah.
"Tentunya sangat bersyukur dan bangga karena bisa terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di tingkat nasional, apalagi dari Sekolah Rakyat yang pertama," ujarnya.