Bupati Jembrana Dorong Pengelolaan Sampah Swadaya Masyarakat, Libatkan Warga Aktif

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menggalakkan pengelolaan sampah swadaya masyarakat untuk atasi masalah lingkungan dan tingkatkan kesadaran warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Jembrana Dorong Pengelolaan Sampah Swadaya Masyarakat, Libatkan Warga Aktif
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menggalakkan pengelolaan sampah swadaya masyarakat untuk atasi masalah lingkungan dan tingkatkan kesadaran warga. (AntaraNews)

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara aktif mendorong inisiatif pengelolaan sampah berbasis swadaya masyarakat di wilayahnya. Upaya ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan warga. Dorongan ini disampaikan saat Bupati meninjau langsung kegiatan pengelolaan sampah organik oleh warga di Lingkungan Sri Mandala, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana pada Sabtu.

Pemerintah Kabupaten Jembrana memandang penting peran serta aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan sistem pengelolaan sampah yang mandiri, diharapkan setiap kelompok masyarakat dapat berkontribusi signifikan. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan pembatasan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang telah diberlakukan sejak awal Juli.

Inisiatif seperti yang dilakukan oleh Kelompok Masyarakat Taman Organik Satria Mandala menjadi contoh nyata keberhasilan program ini. Bupati berharap model pengelolaan sampah swadaya ini dapat direplikasi dan dikembangkan di seluruh penjuru Jembrana, menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi semua.

Pentingnya Kesadaran Kolektif dalam Pengelolaan Sampah

Bupati I Made Kembang Hartawan menekankan bahwa pengelolaan sampah secara swadaya oleh kelompok masyarakat perlu terus dikembangkan di seluruh wilayah Jembrana. "Pemerintah membutuhkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah," ujarnya. Menurutnya, partisipasi langsung masyarakat akan meningkatkan kesadaran warga dalam memilah jenis sampah, sehingga memudahkan proses daur ulang dan pengolahan lebih lanjut.

Kesadaran kolektif ini dianggap krusial untuk mencegah perilaku membuang sampah sembarangan. Dengan mayoritas masyarakat yang peduli terhadap kebersihan lingkungan, kebiasaan buruk tersebut dapat diminimalisir. Lingkungan yang bersih secara alami akan menjadi penghalang bagi siapa pun yang berniat mencemari.

"Kesadaran kolektif mengelola sampah mulai dari hulu harus terus dilakukan. Lingkungan yang bersih secara alami akan mencegah perilaku membuang sampah sembarangan," kata Bupati. Hal ini menunjukkan pentingnya pendekatan dari sumber masalah untuk mencapai solusi jangka panjang dalam penanganan sampah.

Inovasi Kelompok Masyarakat di Sri Mandala

Kelompok Masyarakat Taman Organik Satria Mandala di Lingkungan Sri Mandala menunjukkan inovasi dalam pengelolaan sampah. Bupati menyarankan agar kelompok ini juga mempertimbangkan untuk menampung sampah plastik yang memiliki nilai ekonomi, mengadopsi konsep bank sampah. Ide ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomis bagi masyarakat sekaligus mengurangi volume sampah plastik.

Ketua Kelompok Masyarakat Taman Organik Satria Mandala, I Gede Eka Wiantara Putra, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul setelah Pemkab Jembrana membatasi pembuangan sampah ke TPA sejak 1 Juli. "Setelah ada kebijakan itu, warga disini sepakat membuat lokasi pengolahan sampah organik secara kolektif," ungkapnya. Keterbatasan lahan di masing-masing rumah mendorong warga untuk berdiskusi dan menyediakan satu tempat terpusat.

Konsep awal pengelolaan sampah ini bermula dari "teba modern," namun kemudian berkembang menjadi taman organik yang lebih besar. Dengan mengusung tiga prinsip utama—edukasi, kemandirian, dan keberlanjutan—kelompok ini berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem pengelolaan sampah mereka. Mereka juga terbuka untuk mengadopsi sistem pengelolaan sampah terbaru demi efektivitas dan efisiensi.

Manfaat Pengelolaan Sampah Swadaya bagi Lingkungan dan Ekonomi

Pengelolaan sampah secara swadaya memberikan berbagai manfaat, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga potensi ekonomi masyarakat. Dengan memilah sampah sejak dini, sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau pupuk, sementara sampah anorganik seperti plastik dapat didaur ulang atau dijual kembali. Ini mengurangi beban TPA dan menciptakan sirkular ekonomi di tingkat lokal.

Peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah juga berkorelasi langsung dengan kualitas kesehatan lingkungan. Lingkungan yang bersih akan mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan kualitas hidup warga. Inisiatif seperti bank sampah dapat memberdayakan ekonomi rumah tangga, mengubah sampah yang tadinya dianggap tidak berguna menjadi sumber pendapatan.

Model pengelolaan sampah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat ini juga membangun rasa kepemilikan dan tanggung jawab. Edukasi yang berkelanjutan akan memastikan bahwa praktik baik ini terus berjalan dari generasi ke generasi, menciptakan Jembrana yang lebih bersih dan mandiri dalam mengelola sampahnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi