Seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDP) berinisial EPR dinonaktifkan dari studinya. Penonaktifan selama tiga bulan ini dilakukan UGM sebagai imbas dari EPR berkomentar nirempati di medsos terhadap keluhan pasien.
Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana membenarkan penonaktifan EPR dari status mahasiswa PPDS. Penonaktifan ini dilakukan selama tiga bulan ke depan.
Made Andi membeberkan keputusan penonaktifan ini dilakukan untuk menjalani pemeriksaan atau investigasi terkait komentar nirempati itu.
"Kalau keterangan dari Wakil Dekan FK-KMK UGM yang bersangkutan dinonaktifkan. Dinonaktifkan selama tiga bulan untuk menjalani proses dengan semestinya," kata Made Andi pada wartawan, Sabtu (8/8).
"Kita lihat nanti hasil prosesnya seperti apa. Kami akan kabari lagi nanti," imbuh Made Andi.
Advertisement
Praktik Stase Dihentikan
Selain dinonaktifkan selama tiga bulan, EPR sebelumnya juga telah dikembalikan atau dihentikan praktik stasenya dari RSUP Dr. Sardjito ke FK-KMK UGM. Stase adalah masa rotasi praktik klinik dokter di rumah sakit, klinik maupun puskesmas.
Manajer Humas dan Hukum RSUP Dr. Sardjito Banu Hermawan pada Jumat (7/8) lalu membenarkan kabar pemberhentian praktik stase pada ERP. Salah satu pertimbangan pemberhentian praktik stase ini disebut Banu karena komentar nirempati ERP di medsos.
"Sardjito kewenangannya menghentikan yang bersangkutan dari stase di Sardjito. Kami tidak mau ada itu (ERP) di klinis Sardjito. Kita kembalikan ke UGM dan UGM menyambut baik," tutup Banu.