Pasien BPJS Curhat 8 Jam Tunggu Kamar, Komentar Diduga Tenaga Kesehatan Disorot

Usai curhat menunggu 8 jam untuk kamar perawatan, seorang pasien BPJS dikabarkan meninggal. Komentar akun yang diduga tenaga kesehatan ikut disorot.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Pasien BPJS Curhat 8 Jam Tunggu Kamar, Komentar Diduga Tenaga Kesehatan Disorot
Foto duka Yurizal yang diunggah pihak keluarga. (Liputan6.com/ Dok Hilperd)

Unggahan tentang pasien BPJS meninggal telat ditangani menjadi sorotan warganet. Seorang pengguna media sosial, Yurizal Tri Chaerawan, wafat setelah sebelumnya mengeluhkan lamanya menunggu kamar perawatan di rumah sakit.

Kabar duka disampaikan sepupunya, Hilda Aprianti Perdana, melalui akun media sosial milik almarhum pada Sabtu (1/8/2026). Hilda menyebut Yurizal meninggal dunia pada Jumat (31/7/2026).

Beberapa hari sebelum itu, Yurizal menulis keluhan di Threads pada Rabu (22/7/2026) soal menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan.

Curhat 8 Jam Menunggu Kamar Sebelum Kabar Duka

Keluhan tersebut diunggah Yurizal di akun Threads pribadinya. "8 jam belum dapat ruangan. Enggak mau spill RS-nyam soalnya gue pakai BPJS," tulis Yurizal pada Rabu (22/7/2026).

Usai kabar wafatnya beredar, sepupunya menuliskan keterangan melalui akun almarhum pada Sabtu (1/8/2026). "Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 Juli kemarin, karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat banget. Maafin sepupu saya kalua curhat gini di threads, sebelumnya dia sakit enggak pernah cerita-cerita ke mana, bahkan ke keuarga, apa-apa nyimpen sendiri. Sudah ya jangan ada hate lagi di sini," tulis Hilda.

Unggahan tersebut kembali ramai diperbincangkan karena sebelumnya Yurizal sempat mengeluhkan lamanya menunggu ruang perawatan di rumah sakit.

Komentar Akun Diduga Tenaga Kesehatan Tuai Kritik

Setelah kabar duka menyebar, kolom komentar pada unggahan Yurizal di Threads disorot. Sejumlah akun memberikan penjelasan mengenai antrean kamar perawatan, sementara sebagian lain dinilai kurang empatik terhadap kondisi pasien.

Salah satu komentar yang menuai perhatian datang dari akun @bennychrstn yang menyinggung keterbatasan kapasitas rumah sakit. "Kalau full, mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai? ... Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong," tulis akun tersebut. Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, akun itu disebut dimiliki seseorang berlatar belakang pendidikan kedokteran, namun identitasnya belum dapat diverifikasi secara independen.

Akun @erudarahaadini juga menjadi sorotan karena komentarnya dinilai merendahkan. Sementara itu, akun @1amdika menuliskan komentar yang menyebut pasien dengan serangan jantung akan langsung ditangani di instalasi gawat darurat. Komentar lain dari akun @nandafadyla_ berbunyi, "Bacot nih pasien."

Sejumlah warganet kemudian mengaitkan akun-akun tersebut dengan profesi tenaga kesehatan berdasarkan informasi yang tercantum di media sosial. Hingga kini belum ada keterangan resmi yang mengonfirmasi identitas maupun status profesi para pemilik akun tersebut.

Rekomendasi