Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, telah mengambil langkah proaktif dengan menyiagakan 118 personel dan armada pemadam. Kesiapsiagaan ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus kebakaran, baik di permukiman penduduk maupun hutan dan lahan (karhutla), terutama saat puncak musim kemarau di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Damkar Rejang Lebong, Andy Ferdian, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap data kejadian kebakaran yang tercatat sepanjang tahun ini. Terhitung sejak Januari hingga akhir Juli 2026, pihaknya telah mencatat dan menangani sebanyak 22 kasus kebakaran.
"Jumlah kejadian kebakaran yang ditangani sepanjang Januari hingga Juli 2026 sebanyak 22 kasus, terdiri atas 19 kasus kebakaran permukiman penduduk dan tiga kasus kebakaran hutan dan lahan," kata Andy Ferdian.
Advertisement
Advertisement
Kesiapan Damkar Rejang Lebong Hadapi Musim Kemarau
Untuk menghadapi potensi peningkatan kasus kebakaran, khususnya selama musim kemarau, Damkar Rejang Lebong telah menyiagakan total 118 personel. Personel-personel ini tersebar di markas komando (Mako) pusat serta di sejumlah pos sektor kecamatan, memastikan cakupan respons yang luas di seluruh wilayah.
Selain kesiapan sumber daya manusia, Damkar Rejang Lebong juga memastikan kesiapan armada pemadam kebakaran. Sebanyak sembilan unit mobil pemadam disiagakan dalam kondisi siap pakai. Armada ini dilengkapi dengan peralatan pendukung esensial seperti pompa portabel, selang, dan ketersediaan pasokan air yang memadai untuk operasi pemadaman.
Advertisement
Penyebab Utama Kebakaran dan Imbauan Pencegahan
Andy Ferdian mengungkapkan bahwa sebagian besar insiden kebakaran permukiman di Rejang Lebong dipicu oleh korsleting listrik dan kelalaian dalam penggunaan kompor gas di dapur. Sementara itu, kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) umumnya disebabkan oleh aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara dibakar.
Melihat pola penyebab tersebut, Damkar Rejang Lebong terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi pencegahan dini kepada masyarakat. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga agar selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran yang dapat terjadi kapan saja.
Masyarakat diimbau untuk tidak membakar sampah secara sembarangan dan tidak membuka lahan pertanian dengan metode pembakaran. Selain itu, warga juga diminta untuk rutin memeriksa kelayakan instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah korsleting. Untuk laporan kejadian atau potensi kebakaran, warga dapat menghubungi layanan telepon darurat 0732-21113 yang siaga 24 jam.
Advertisement
Sumber: AntaraNews